Beranda Daerah Lampung Metro

Diduga Asal Jadi, Pembangunan Jalan Imam Bonjol di Kota Metro Jadi Sorotan

312
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Prima Permana, warga Metro ketika menunjukkan jalan yang diduga dibangun asal-asalan. Foto : Johan/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Metro – Minimnya pengawasan yang dilakukan oleh instansi terkait, pembangunan peningkatan jalan yang berada di pusat Kota Metro tepatnya pembangunan ruas jalan Imam Bonjol yang membentang dari bundaran Tugu Pena hingga terminal kota diduga asal jadi.

Prima Permana (36), salah seorang warga yang melintas di jalan tersebut menilai, pekerjaan peningkatan jalan Imam Bonjol terkesan sia-sia.

“Sia-sia aja ini mah, kan jalan masih bagus malah di lapis begini. Harusnya bagus ini malah jelek, kalo kualitas saya kurang tau ya karena bukan bidang saya, tapi kalo sepintas begini memang saya liat kurang bermanfaat. Ya semua masyarakat bisa menilai kok, mending pemerintah bangun yang bermanfaat yang menjadi prioritas dari pada jalan bagus terus di bangun, mending bangun jalan yang rusak,” ucapnya ketika diwawancarai awak media saat melintasi jalan Imam Bonjol, Rabu (4/9/2019).

Selain itu, warga lainnya juga menyebutkan bahwa proyek tersebut diduga siluman. Warga meminta Pemerintah Kota (Pemkot) setempat untuk mengevaluasi kembali setiap perencanaan proyek pembangunan di Bumi Sai Wawai.

“Saya mencurigai ini proyek siluman karena tidak ada papan informasi pekerjaan, dan terkesan asal jadi. Seharusnya ini tugas pemerintah Kota melalui dinas terkait untuk mengecek setiap pekerjaan yang cenderung merugikan,” ucap Gunawan (46) warga Metro Pusat.

Sementara itu, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemerhati Kinerja Aparatur Negara (Perkara) DPD Provinsi Lampung, Hendrik, SH menilai bahwa seharusnya pemerintah intens dalam melakukan pengawasan terhadap setiap proses pekerjaan.

“Seharusnya ini di evaluasi, karena terkesan menghamburkan uang. Masak jalan masih bagus, mulus, di lapis lagi tapi lapisannya terkesan asal-asalan begini,” kata Hendrik.

Ia meminta aparat penegak hukum untuk tanggap terhadap setiap hasil pekerjaan yang diduga merugikan negara.

“Aparat penegak hukum Kepolisian, Kejaksaan seharusnya tanggap untuk menyoroti kualitas pekerjaan di Metro, agar masyarakat metro dapat merasakan dampak dari pembangunan yang baik. Bila perlu KPK juga menyoroti kenapa kualitas pekerjaan di Metro buruk,” ucapnya.

Ia berharap Walikota Metro Achmad Pairin dapat turun langsung untuk meninjau lokasi hasil pekerjaan dan mengecek kualitas jalan.

“Kami berharap walikota meninjau ulang dan mengevaluasi setiap pekerjaan yang ada di Metro. Yang jelas kita siap mendukung semua kebijakan walikota ketika itu benar dan berpihak ke masyarakat,” tandasnya. (Han)

Facebook Comments