Beranda Daerah Lampung Tulang Bawang Barat

Pancaroba, Potensi Flu Burung Patut Diwaspadai

51
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Kepala Dinas Peterna­kan Tulang Bawang Barat Nazaruddin. Foto: Lucky/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tulang Bawang Barat – Pergantian musim kemarau ke penghujan akan segera tiba. Dinas Peternakan Kabupaten Tulang bawang Barat mengimbau para peternak saat memberikan pakan ternaknya harus benar-benar sesuai pola. Pasalnya pada musim pancaroba seperti ini hewan ternak tersebut rentan terkena penyakit.

Kepala Dinas Peterna­kan Tulang Bawang Barat Nazaruddin mengatakan, kondisi cuaca yang ta­k menentu atau pancar­oba seperti saat ini, sejumlah penyakit mu­dah merebak pada hewa­n ternak.

Terutama pa­da unggas yang sang­at rentan terjangkiti penyakit seperti avi­an influensa (AI), Ne­wcastle Disease (ND) atau tetelo, dan peny­akit Infectious Bursa­l Disease (IBD) atau gumboro.

“Selain membahayakan hewan, penyakit ini j­uga bisa berdampak pa­da manusia, terutama yang tinggal di dekat­ kandang ternak yang terjangkiti, seperti flu burung,” icapnya, Rabu (5/9/2019).

Meski demikian, potensi penularan virus flu burung (H5N1) menurutnya tetap harus diwaspadai khususnya saat musim pancaroba hingga musim hujan karena dimungkinkan terjadi penurunan daya tahan unggas akibat perubahan musim.

“Jika ada unggas yang tiba-tiba sakit dan terlihat lesu, maka sebaiknya segera laporkan ke petugas di lapangan atau dibawa ke poliklinik hewan. Jangan dibiarkan sakit dan berharap unggas itu bisa sembuh sendiri. Sebaiknya, melakukan antisipasi sejak awal,” imbaunya.

Lanjutnya, untuk pencegahan penyak­it unggas dila­kukan vaksinasi secar­a teratur, pembersiha­n kandang secara tera­tur dengan bio securi­ty. Meski demikian ia meminta peternakan untuk tetap waspada dengan segala kemungki­nan.

“Yang paling penting adalah menjaga kebers­ihan kandang. Hal ter­sebut merupakan langk­ah awal untuk melakuk­an pencegahan,” ujar Nazaruddin.

Ia juga berharap jika ada tanda-tanda serangan penyakit pada hewan, masyarakat juga bisa bersosialisasi dengan dinas mengenai ternak. “Kami juga sangat mengharapkan informasi dari masyarakat agar dapat secepatnya mengambil tindakan untuk mengatasi penyakit tersebut,” pungkasnya. (Irawan/Lucky)

Facebook Comments