Beranda Daerah Lampung Lampung Timur

Waduk Way Curup Surut, Ribuan Hektare Sawah di Tiga Kecamatan di Lamtim Tak Terairi Maksimal

177
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Kondisi Sungai Way Curup yang mengairi ribuan hektar sawah menyusut drastis di musim kemarau tahun ini. Foto : Agus/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Timur – Kemarau yang melanda Lampung sejak Juni 2019 menyusutkan waduk Way Curup, sumber mata air ribuan hektare sawah yang ada di tiga kecamatan, di Lampung Timur.

Kepala Pengairan Way Curup, Kecamatan Matarambaru, Suratman mengatakan debit air waduk kini hanya 3,2 kubik, sehingga tidak lagi sanggup mengairi sawah yang ada di Way Jepara, Labuhan Maringgai dan Matarambaru, yang luasnya mencapai 3.269 hektare.

Dikatakan Suratman, jika musim hujan debit air Way Curup mencapai 5 kubik lebih. Debit air Way Curup yang berasal dari Danau Kemuning Kecamatan Bandar Sribhawono itu dipengaruhi kondisi hutan register 38.

Menurut dia, di tahun 1998 silam kondisi air Way Curup bisa dibilang berlimpah karena kondisi hutan register 38 masih cukup asri sehingga persediaan air melimpah. Petani yang ada di tiga kecamatan tersebut bisa melakukan tanam hingga tiga kali selama setahun

“Sekarang dua kali saja belum tentu, karena kondisi alam yang sudah berubah,” terang Suratman.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Lampung Timur, Yusuf, belum bisa memberikan tanggapan terkait dampak kekeringan terhadap pertanian yang ada di Lampung Timur, baik soal rusaknya tanaman karena kekurangan air hingga jumlah tanam. Hal itu karena belum ada laporan dari setiap UPTD Pertanian yang ada di kecamatan masing masing.

“Sampai saat ini tidak ada laporan dampak kemarau dari UPTD Pertanian yang tersebar di tiap kecamatan,” kata Yusuf.

Sementara Petani asal Kecamatan Matarambaru, Welas mengaku sawah miliknya lebih baik tidak ditanami hingga musim hujan nanti, sebab jika dilakukan penanaman sudah dipastikan tidak akan menghasilkan padi yang maksimal karena sulitnya air.

“Nunggu musim hujan saja untuk bercocok tanam,” ujar Welas. (Agus)

Facebook Comments