Beranda Bung Kupas

BPJS dan Rumah Sakit

54
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Zainal Hidayat, Pemimpin Redaksi Kupas Tuntas.

Kupastuntas.co, Bung Kupas – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan rumah sakit ibarat dua mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Jika salah satunya tidak melaksanakan fungsinya dengan baik, maka akan berdampak atau merugikan ke yang lain. Sehingga, keduanya harus bisa berjalan beriringan dan bisa melaksanakan tugas serta fungsinya dengan baik dan profesional.

Kondisi BPJS Kesehatan yang terus mengalami defisit keuangan, tentu saja berdampak pada pelayanan rumah sakit terhadap pasien. Apalagi, jika klaim biaya pengobatan dan pelayanan rumah sakit belum bisa dibayarkan oleh BPJS Kesehatan. Tentu saja, hal itu sedikit banyak akan mempengaruhi kinerja rumah sakit, khususnya para tenaga medisnya.

Kejadian mogok kerja yang dilakukan dokter spesialis bedah di RSUD Abdul Moeloek pada Kamis (05/09) dan Jumat (06/09) lalu, berpangkal dari belum dibayarnya insentif para dokter hingga sampai enam bulan. Bahkan, akibat kejadian itu ada dua dokter yang akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri.

Jika BPJS Kesehatan terus mengalami defisit keuangan, kejadian yang terjadi di RSUD Abdul Moeloek bisa merembet ke rumah sakit-rumah sakit lain di Provinsi Lampung. Dampaknya, pelayanan kesehatan kepada masyarakat juga akan ikut terhambat. Jangan sampai akibat kesalahan BPJS Kesehatan, kemudian pihak rumah sakit yang menerima akibatnya.

Kesehatan menjadi salah satu sektor paling vital di negari ini. Sehingga penanganannya harus dilakukan secara profesional dan penuh tanggung jawab. Jika sampai pelayanan kesehatan menjadi terganggu, maka dampaknya tentu akan meluas pada masyarakat.

Masih adanya keterbatasan jumlah dokter di Lampung, mengakibatkan pelayanan kesehatan juga belum bisa dilakukan secara merata hingga ke daerah-daerah. Sebagian besar dokter masih memilih bertugas di Bandar Lampung dibandingkan di daerah lain. Apalagi, rumah sakit besar memang sebagian besar beroperasi di ibu kota Provinsi Lampung ini.

Yang masih disayangkan, ternyata tidak sedikit dokter yang bertugas di rumah sakit milik pemerintah dan swasta yang dalam menjalankan tugasnya belum maksimal. Masih ditemukan, pelayanan kesehatan di poliklinik yang kerap molor dari jadwal operasional yang ditetapkan.

Pengelola rumah sakit ke depan harus bersikap tegas terhadap para dokter, agar bisa menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Jangan sampai para dokter mengutamakan praktik pribadinya, daripada memberikan pelayanan di rumah sakit. Sehingga rumah sakit bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. (**)

Telah terbit di Surat Kabar Harian Kupas Tuntas Edisi Selasa, 10 September 2019

Facebook Comments