Beranda Nasional

Kabar BJ Habibie Wafat yang Tersebar di WhatsApp-Facebook Dipastikan Hoaks

380
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Foto: Instagram

Kupastuntas.co, Jakarta – Beredar kabar Presiden ke-3 Republik Indonesia Baharuddin Jusuf Habibie meninggal dunia pada Selasa dini hari 10 September 2019 melalui media sosial Whatsapp dan Facebook.

Informasi tersebut menyebar awal melalui pesan dalam sosial media Facebook yang kemudian disebarkan oleh orang-orang yang membaca pesan tersebut melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp.

Dilansir Antara, Selasa pagi, 10 September 2019, pesan B.J Habibie mulai tersiar pada Selasa dini hari sekitar pukul 00:00 WIB, namun kabar itu kemudian dihapus pukul 05:00 WIB.

Habibie kini masih dirawat secara intensif di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto. Kabar meninggalnya BJ Habibie yang beredar di media sosial dipastikan hoaks.

Foto: Facebook

Informasi terakhir, Habibie tengah menjalani perawatan intensif di ruangan CICU lantai 2, Gedung Utama RSPAD sejak Senin, 2 September 2019 lalu.

Sebelumnya, Sekretaris pribadi BJ Habibie, Rubijanto, mengonfirmasi bahwa Habibie sedang menjalani perawatan insentif oleh tim dokter kepresidenan.

“Dengan hormat bersama ini kami konfirmasikan bahwa Bapak BJ Habibie saat ini sedang menjalani perawatan yang intensif oleh Tim Dokter Kepresidenan (TDK) di RSPAD Gatot Soebroto,” kata Rubijanto dalam keterangan tertulis, Minggu, 8 September 2019.

Namun Rubijanto enggan menerangkan penyakit apa yang sedang dialami Habibie. Dia hanya memberitahu, mantan presiden saat ini belum bisa dijenguk.

“Sesuai petunjuk TDK bahwa agar beliau mendapat perawatan optimal dan dapat istirahat penuh, maka untuk sementara waktu Bapak Habibie belum diizinkan untuk dikunjungi,” ujarnya.

Dia memohon doa agar Habibie segera diberi kesembuhan.

“Kami atas nama keluarga menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian dan doa dari semua pihak, memohon ke hadirat Allah SWT agar BJ Habinie segera diberikan kesembuhan dan kesehatan agar dapat beraktivitas kembali,” ucapnya. (Dtk/**)

Facebook Comments