Beranda Bandar Lampung

Perpustakaan Tidak Sebatas ‘Gudang Buku’, Tapi Sarana Meningkatkan Pendapatan Warga

15
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Stakeholder Meeting Provinsi Lampung Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Hotel Astoria. Foto : Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Perpustakaan telah bertransformasi. Ungkapan inilah yang dapat menggambarkan tentang aktifitas literasi untuk kesejahteraan. Terungkap dalam Stakeholder Meeting Provinsi Lampung Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Hotel Astoria, Bandar Lampung 10 – 11 September 2019.

Perpustakaan Bertransformasi dimaksudkan adalah perpustakaan bukan sekedar menjadi tempat menyimpan dan membaca buku saja. Tetapi untuk meningkatkan kreatifitas dan keterampilan masyarakat.

Perpustakaan memiliki peran untuk membantu proses kegiatan masyarakat. Sebab, dengan banyaknya kegiatan masyarakat melalui literasi, maka kesejahteraan akan bisa tercapai.

Seperti pemaparan dan testimoni oleh Kabid Perpustakaan Kabupaten Way Kanan, Suharmaji dalam acara stakeholder meeting di Hotel Astoria Selasa (10/09). Ia memaparkan pencapaian program perpustakaan daerah dan perpustakaan kampung di Kabupaten Way Kanan.

Ada beberapa sasaran yang disampaikannya, di antaranya adalah pelajar, pemuda/pemudi, perempuan disabilitas dan umum. Dijelaskannya, tahapan melakukan kegiatan adalah dengan melakukan identifikasi berbagai masalah yang ada di Kabupaten Way Kanan.

“Persoalannya yang ada adalah pengangguran, minim keterampilan masyarakat, tingkat ekonomi masyarakat masih rendah, dan masih ada yang buta aksara,” kata dia.

Alhasil, disampaikannya, kini perpustakaan kabupaten tempat dimana ia ditugaskan bisa membantu masyarakat untuk meningkatkan pendapatannya. Contohnya, kata dia, Ibu Rohana salah satu peserta pelatihan membuat kue yang diselenggarakan sejak November 2018 ini adalah membuat kue lapis dari singkong rasa kopi susu. Sampai akhirnya, Ibu Rohana memiliki penghasilan tambahan untuk keluarganya.

“Dengan pendampingan dan pelatihan, Ibu Rohana bisa membuat kue dan menitipkan di warung warung terdekat, sehingga mendapatkan keuntungan bersih setiap harinya Rp50 ribu,” terangnya.

Selanjutnya, kata dia, ada juga pelatihan merias pengantin. Salah satu peserta yang berhasil menerima dampak disebutnya adalah Rantika Bella Setiawati. Sehingga, kata dia, setelah mengikuti pelatihan bekerja menjadi jasa asisten perias pengantin dan berpenghasilan Rp1 juta per bulan. Ada juga pelatihan pengelolaan Bank Sampah melalui Bank Sampah Sekolah.

“Sampai akhirnya dampak yang didapatkan adalah sekolah memiliki tim pengelola bank sampah, sehingga sampah sekolah dapat dimanfaatkan,” kata dia.

Namun, dalam perjalanannya, memang persoalan yang dialami adalah keterbatasan dana. Sementara, sampai saat ini bantuan yang masuk baru buku dan komputer, sehingga yang dilakukan adalah yang bisa dilakukan.

Namun, bersyukurnya, Bupati Way Kanan komitmen dengan program tersebut. Sehingga Bupati menerbitkan kebijakan tahun 2020 transformasi perpustakaan dianggarkan oleh Pemda.

Terakhir, disampaikannya, masih banyak program yang dilakukan oleh Perpustakaan Kabupaten dengan masyarakat Way Kanan, dari pelajar, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum. (Rls)

Facebook Comments