Beranda Daerah Lampung Lampung Utara

Seorang Murid SMP dan Guru di Lampura Jadi Korban Pengeroyokan di Sekolah, Merasa Terancam Guru Lapor Polisi

1639
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Dewan guru SMP 2 Kotabumi saat memberikan keterangan kepada wartawan di mapolres setempat. Foto : Ist

Kupastuntas.co, Lampung Utara – Merasa keselamatan siswanya terancam, empat orang guru SMP Negeri 2 Kotabumi melapor ke Polres Lampung Utara atas tindakan pengeroyokan salah seorang siswa bernama Yazid terhadap siswa lainnya bernama Luki Priyanto secara membabi buta, tak berhenti sampai disitu, beberapa guru pun ikut menjadi korban pemukulan dari salah satu pihak. Selasa (10/9/2019).

Menurut para guru, kejadian pengeroyokan itu bermula saat keduanya usai di mediasi pihak sekolah akibat sebelumnya terlibat perkelahian dan sepakat berdamai. Namun saat Luki Priyanto diantarkan salah seorang gurunya untuk pulang ke rumah, saat itu masih dalam lingkungan sekolah tersebut datang lah keluarga Yazid yang langsung memukul ke arah Luki Priyanto, namun yang terkena justru salah seorang gurunya yang langsung tersungkur dan tertimpa sepeda motor.

“Karena tadinya sudah selesai (Damai), Luki ini mau kita antarkan kepada keluarganya, tapi tiba-tiba kakak teman Luki berantem ini bersama kerabatnya memukul dan mengenai ibu Mastura,” kata salah seorang guru.

Khawatir akan keselamatan Luki, mengingat pihak lawan Luki berkelahi masih terus melakukan ancaman, sehingga para dewan guru inisiatif mengantarkan Luki untuk melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

“Kami merasa jiwa Luki ini terancam dan juga ada guru yang sempat dipukul oleh keluarga kawan Luki berkelahi ini, makanya kami melapor,” lanjutnya.

Marpuni ibu korban (Luki Priyanto), mengaku dirinya mendapatkan kabar kalau anaknya berada di Polres Lampung Utara dari para guru.

“Anak saya diantar sama guru-gurunya ke kantor polisi untuk melapor karena telah dikeroyok dan bukan hanya anak saya, bahkan kata gurunya mereka juga ada yang ditendang oleh keluarga lawan anak saya berantem itu, dan keluarganya bilang ke guru SMP 2 itu mereka minta anak saya dikeluarkan dari sekolah, kata gurunya kalau memang harus dikeluarkan ya dikeluarkan semua bukan anak saya aja,” ungkap Marpuni.

Menurut Luki Priyanto, dirinya dikeroyok oleh keluarga Yazid bersama kakaknya Nanda dengan kawan-kawannya yang lebih dari tiga orang saat dia akan diantarkan pulang ke rumahnya oleh guru.

“Saya dikeroyok, kepala saya sampai benjol-benjol begini dan badan saya sakit semua,” ujarnya. (Sarnubi)

Facebook Comments