Beranda Bandar Lampung

Tiga Kandidat Pilwakot Bandar Lampung Daftar Melalui PDIP

336
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ilustrasi Pilwakot

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Tiga kandidat sudah mengambil formulir pendaftaran dalam penjaringan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandar Lampung di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Bandar Lampung, Senin (09/09).

Mereka adalah Eva Dwiana Herman HN (Anggota DPRD Lampung dari partai PDIP), Yusuf Kohar (Wakil Wali Kota Bandar Lampung) dan Jares Mogni (Bendahara DPC PDIP Bandar Lampung).

Pantauan di Kantor Sekretariat DPC PDIP Bandar Lampung, Senin (09/09), Eva Dwiana dan Jares Mogni datang langsung untuk mengambil berkas pendaftaran. Sementara Yusuf Kohar hanya mengirimkan utusannya untuk mengambil berkas.

“Saya optimis PDI Perjuangan akan memberikan rekomendasinya (Calon Wali Kota) untuk saya. Ini semua untuk melanjutkan estafet kepemimpinan Herman HN (Wali Kota Bandar Lampung saat ini) yang telah dua periode memimpin Kota Bandar Lampung,” kata Eva Dwiana.

Eva berharap agar partai besutan Megawati Soekarno Putri itu memberi rekomendasi dan mengusungnya pada Pilwakot Bandar Lampung 2020 mendatang.

Sementara itu, Jares Mogni, mengaku, mencalonkan diri sebagai wakil wali kota. Ia menegaskan bakal siap bersinergi dengan calon wali kota Bandar Lampung. “Saya siap bersinergi dengan calon wali kota. Siapa pun, saya siap bersinergi, doakan saja,” ujarnya, Senin (09/09).

Ketua Tim Penjaringan DPC PDIP Bandar Lampung, Dedy Yuginta, menjelaskan, di hari pertama ini, baru tiga calon yang telah mengambil formulir pendaftaran. Yakni, Eva Dwiana dan M. Yusuf Kohar mendaftar sebagai Wali Kota. Sedangkan Jares mendaftar sebagai calon Wakil Wali Kota.

“Baru dua yang ngambil berkas. Nah kalau bapak M.Yusuf Kohar, dia mengambil berkas mengutus Liaision Officer (LO),” ujarnya.

Menurutnya, saat pengambilkan berkas, para calon diperbolehkan tidak hadir, namun dengan catatan harus membuat surat kuasa. Akan tetapi, pria yang akrab disapa Dendi ini mengimbau kepada semua calon yang mengambil berkas supaya tidak mengirim utusan.

“Jadi kalau bisa, khususnya saat pemulangan berkas, yang bersangkutan (calon) hadir langsung,” pesannya.

Pendaftaran ini, tambah dia, dibuka sejak 9 September hingga 16 September 2019 mendatang. “Siapa saja boleh mendaftar, bukan hanya kader, orang lain pun bisa mendaftar,” pungkasnya. (Wanda/Sule)

Telah terbit di Surat Kabar Harian Kupas Tuntas Edisi Selasa, 10 September 2019

Facebook Comments