Beranda Daerah Lampung Pesawaran

Kasus Kekerasan dan Pelecehan Seksual Anak di Pesawaran Masih Tinggi

101
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ilustrasi

Kupastuntas.co, Pesawaran – Tingkat kekerasan maupun pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di Kabupaten Pesawaran cukup tinggi, ini juga terlihat dari catatan Kepolisian Resort (Polres) Pesawaran yang berhasil melakukan ungkap kasus kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur. “Ya, memang hampir tiap bulan kita berhasil ungkap kasus pelecehan maupun kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur, ini juga perlu mendapatkan perhatian khusus,” ungkap Waka Polres Pesawaran Kompol Handak Prakarsa Qalbi, usai melakukan ekspose kasus di Mapolres Pesawaran, Selasa (10/09/2019).

Menurutnya, Polres juga telah berkoordinasi terhadap stake holder terkait untuk menangani hal ini. “Pelaksanaan dan pembinaan untuk mengatasi persoalan anak dibawah umur sudah sering kita lakukan, tapi memang koordinasi baik dengan seluruh lapisan elemen masyarakat dan stake holder terkait akan kita tingkatkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Pesawaran Binarti Bintang menuturkan bahwa, banyaknya kasus kejahatan cabul yang menimpa anak di bawah umur lebih didominasi karena pornografi. Namun begitu, kata dia, tak sedikit kasus tersebut tidak dilaporkan ke kepolisian dengan berbagai alasan.

“Iya, karena sering menonton film pornografi. Itu yang menjadi penyebab utama, selain itu juga kurangnya pengawasan dari orang tua. Untuk itu, ke depan akan kita dorong adanya ruang terbuka hijau bagi anak. Sehingga lebih mudah mengawasi anak-anak,” katanya.

Ia juga menerangkan, bahwa ditahun 2017 sampai dengan 2018 tercatat 68 kasus yang menimpa anak-anak Bumi Andan Jejama. “68 kasus dengan uraian tujuh anak mengalami tindak kekerasan fisik, empat anak alami tindak kekerasan psikis, dua penelantaraan, lima anak berhadapan dengan hukum dan 61 anak alami kekerasan seksual,” terangnya.

Ia pun mengungkapkan, untuk menekan angka kriminalitas pada anak tersebut pihaknya telah melakukan berbagai upaya diantaranya sosialisasi disekolah sekolah. “Kita sudah lakukan sosialisasi ke sekolah, terutama saat upacara hari senin. Mereka kita serukan soal bagaimana cara melindungi diri dari tindak kejahatan orang dewasa, kemudian kita terangkan bahaya apa saja yang dimungkinkan terjadi dilingkungan mereka,” ujarnya.

Ditegaskannya, dari catatan yang didapat masih banyak kasus ditengah masyarakat yang tidak terungkap dengan berbagai alasannya. “Masih banyak kasus yang menimpa anak-anak,namun tidak dilaporkan ke polisi. Karena, kebanyakan masyarakat enggan melapor dengan berbagai alasan. Untuk itu, kita terus berupaya meminimalisir kejadian pada anak dan perempuan,” tutupnya. (Reza)

Telah terbit di Surat Kabar Harian Kupas Tuntas Edisi Rabu, 11 September 2019

 

Facebook Comments