Beranda Daerah Lampung Lampung Timur

Walaupun Musim Kemarau, Beberapa Daerah di Lamtim Tetap Produktif Garap Lahan

84
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Meskipun ditengah musim kemarau, seluas 25 ribu hektar sawah di Lampung Timur saat ini mulai melakukan penggarapan lahan. Foto : Agus/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Timur – Delapan kecamatan yang ada di Lampung Timur, sudah mulai melakukan pengolahan lahan pertanian (sawah), meskipun ditengah kemarau keberadaan air dipastikan mencukupi, hal itu di katakan oleh Kepala Bidang (Kabid) Lahan dan Irigasi Dinas Pertanian Ahmad Darmadi, Rabu (11/9).

Ahmad Darmadi mengatakan, dari delapan kecamatan yang sudah mulai melakukan pengolahan lahan yaitu Kecamatan Batanghari, Sekampung, Bumiagung, Pekalongan, Batangharinuban, Purbolinggo, Way Bungur, dan Raman Utara.

Dari delapan kecamatan tersebut luas sawah yang sudah siap dilakukan cocok tanam seluas 25 ribu hektar, persoalan air, Darmadi memastikan tidak kekurangan, air yang akan menyuplai ribuan hektar sawah tersebut bersumber dari sungai Way Sekampung.

“Sekarang sudah banyak yang mengolah, rata rata sudah melakukan pembajakan lahan,” Ujar Darmadi.

Diperkirakan untuk sampai saat ini lahan yang sudah diolah sudah 30 persen dari 25 ribu hektar, akhir September dipastikan sudah 100 persen tergarap semua, kata Darmadi jika penanaman dimulai September maka panen raya diperkirakan jatuh bulan Desember.

Ahmad Darmadi melanjutkan, di Kecamatan Brajaselebah saat ini mulai melakukan panen padi, meskipun ditengah kemarau tidak semua tanaman padi di Kecamatan Brajaselebah mengalami gagal panen, ada sebagian sawah seperti di Kecamatan Brajaluhur kondisi padi terbilang bagus, satu hektar masih bisa memproduksi 3,5 ton padi.

“Memang kalau di Desa Brajaharjosari banyak yang gagal panen tapi akibat wereng bukan kekurangan air,” Terang Ahmad Darmadi.

Darmadi juga mengakui, persoalan pupuk masih menjadi kendala meskipun tidak begitu parah, hal itu terlihat saat musim tanam pupuk bersubsidi masih menjadi persoalan, artinya kuota pupuk subsidi belum mencukupi.

“Untuk jumlah pastinya berapa kuota saya tidak faham, karena tidak masuk di bidang kami, namun persoalan pupuk sering kami dengar dari petani saat kami turun ke lapangan,” Katanya. (Agus)

Facebook Comments