Gempa Magnitudo 2,9 Terjadi di Lampung Selatan, BMKG Imbau Warga Jangan Panik
Kupastuntas.co, Lampung Selatan – Gempa bumi mengguncang wilayah perairan Lampung Selatan dan sekitarnya pada Kamis (12/9/2019) pada pukul 15:33 WIB. Hal ini disampaikan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui akun twitter resminya.
Kepala BMKG Wilayah II Tangerang, Hendro Nugroho mengatakan analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi berkekuatan Magnitudo 2,9 dengan pusat gempabumi terletak pada koordinat 5.77 LS - 105.43 BT. Tepatnya berada di Laut pada jarak 18 km Barat Daya Lampung Selatan dengan kedalaman 1 Kilometer.
“Ditinjau dari lokasi epicenter dan kedalaman hiposenternya tampak bahwa gempabumi yang terjadi merupakan gempabumi Dangkal akibat aktivitas Sesar Lokal,” jelas dia.
Dampak gempa bumi berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di wilayah Lampung Selatan dengan Skala Intensitas I - II MMI. Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut. Hingga laporan ini dibuat pukul 16:32 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).
“Kepada Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti informasi dari BMKG. Karena BMKG akan terus memantau perkembangan gempabumi tersebut,” tandasnya.
Tak hanya di Lampung, dalam sehari gempa bumi juga terjadi di daerah lain, yaitu di Sumbawa pukul 13:39:30 WIB. Gempa pertama dirasakan siang hari Gempa bermagnitudo 4,7 dengan kedalaman 10 km dan pusat gempa berada di laut 73 km timur laut Sumbawa. Sumbawa merasakan gempa tersebut dengan skala intensitas MMI III. (Rls)
Berita Lainnya
-
Antrean Truk di Pelabuhan Bakauheni Capai 3 Km, Polisi Terapkan Delay System
Selasa, 31 Maret 2026 -
Lebih dari 1,1 Juta Penumpang Menyeberang di Pelabuhan Bakauheni Selama Operasi Ketupat Krakatau 2026
Senin, 30 Maret 2026 -
Arus Balik H+6 Lebaran 2026 Mulai Melandai, Penyeberangan Bakauheni Tembus 1,1 Juta Penumpang
Minggu, 29 Maret 2026 -
Kapolri: Angka Kecelakaan Saat Mudik Turun 7,8 Persen
Sabtu, 28 Maret 2026








