BPBD Bandar Lampung Minta Lurah Hingga RT Lapor Jika Warga Kekurangan Air Bersih
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandar Lampung meminta kepada Lurah hingga RT setempat agar melapor jika ada warganya kesulitan mendapatkan air bersih.
Hal tersebut diungkapkan Kepala BPBD Bandar Lampung, Syamsul, saat merespons informasi 135 Kepala Keluarga (KK) Kedaung RT 05 LK 2 kelurahan Sukamaju, kecamatan Teluk Betung Timur (TBT) yang selama tiga bulan ini harus membeli air galon minimal 3 sampai 5 galon perharinya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti Mandi Cuci Kakus (MCK), dan memasak.
“Saya baru tau informasi ini, kalau memang ada warga yang kesulitan mendapatkan air bersih, segera laporkan kepada kami,” kata Syamsul saat dihubungi melalui telepon, Selasa (17/09/2019).
Ia mengatakan, memang sejak bulan September ini, permintaan bantuan air meningkat, yakni bisa sebanyak 6 tangki per harinya. “Untuk satu tangki yakni di satu titik wilayah, sehingga dalam sehari bisa ada 6 titik kami bagikan air bersih,”ungkapnya.
Air bersih ini dibagikan secara gratis untuk warga, sehingga ia menegaskan, agar pihak Kelurahan untuk mengadu kepada BPBD jika warganya kekurangan air bersih.
Sebelumnya, Romli, salah satu warga sekitar menerangkan, krisis air bersih ini sudah terjadi sejak 4 sampai 5 bulan terakhir. Selama ini dirinya mengambil air di sungai Umbul Kunci yang berjarak kurang lebih 2 sampai 3 kilometer.
"Biasanya saya ambil air pakai pelastik yang dibungkus karung atau jeriken kemudian diangkut dari sungai, atau beli air galon untuk mandi dan lain-lain," ungkapnya saat ditemui di rumahnya.(Wanda)
Berita Lainnya
-
Universitas Teknokrat Indonesia Cetak Lulusan Unggul, Angga Leo Setyawan Sukses Jadi PNS Guru di Mesuji
Kamis, 02 April 2026 -
DPRD Lampung Hadiri Entry Meeting BPK RI, Giri Akbar Tekankan Akuntabilitas Keuangan Daerah
Kamis, 02 April 2026 -
ITERA Sediakan 3.156 Kuota Mahasiswa Baru Jalur SNBT 2026, Pendaftaran Ditutup 7 April
Kamis, 02 April 2026 -
Siti Novita Sari, Mahasiswi Universitas Teknokrat Indonesia Jadi Narasumber Dokumenter FIFA-PSSI
Kamis, 02 April 2026








