Beranda Daerah Lampung Way Kanan

Korban Lakalantas Maut di Way Kanan, Ada Pasangan Suami Istri dan Saudara Kandung

332
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lakalantas maut di Jalinsum Way Kanan. Tampak bus Rosalia Indah rusak parah. Foto : Ist

Kupastuntas.co, Way Kanan – Kecelakaan maut bus Rosalia vs truk tangki di Jalinsum Way Kanan pada Senin (16/9/2019) meninggalkan duka yang mendalam bagi para keluarga korban. Tercatat sudah ada 8 korban meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka. Dari antara korban yang meninggal, ada yang merupakan pasangan suami istri, ada juga saudara sekandung.

Pada Selasa (17/9/2019), petugas kepolisian akhirnya berhasil mengidentifikasi satu jenazah yang sebelumnya anonim. Jenazah tersebut adalah Koderi, suami Suparti warga Nganjuk Jawa Timur. Suparti juga termasuk korban tewas dalam peristiwa tersebut.

BACA JUGA : Olah TKP Lakalantas Maut di Way Kanan, Dirlantas Polda Lampung Turunkan Tim Cek 10 Titik

Petugas di RSUD OKU Timur, Yadi mengatakan, seluruh korban tewas dikirim ke rumah masing-masing difasilitasi oleh PO Bus Rosalia Indah. Diterangkan, dari 8 orang korban kecelakaan maut antara bus Rosalia Indah dan truk CPO. menyebabkan sopir truk meninggal dunia dan 7 orang yang penumpang bus Rosalia Indah meninggal dunia di tempat serta lainnya mengalami luka-luka baik berat maupun ringan.

“Jenazah korban memang bertahap diambil keluarga masing-masing. Dan terakhir yang diberangkatkan adalah jenazah suami istri Koderi dan Suparti ke Nganjuk, Jawa Timur,” kata Yadi.

BACA JUGA : PT Rosalia Indah Tanggungjawab Mengantarkan Jenazah Korban Lakalantas Maut di Way Kanan

Selain pasangan suami istri, lakalantas maut di Jalinsum Way Kanan ini juga menelan korban meninggal dua bersaudara. Yaitu Wasidi (62) dan adiknya Mujani (55). Keduanya meninggal kecelakaan saat dalam perjalanan menuju Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan. Wasidi dan Mujani merupakan kakak beradik asal Desa Suruhwadang, Kademangan, Kabupaten Blitar.

Wasidi dan Mujani diketahui tinggal di Dusun Krajan, Desa Suruhwadang. Wasidi merupakan anak kelima, sedangkan Mujani anak bungsu dari tujuh bersaudara. Jarak rumah keduanya sekitar lima ratus meter dan berada di tepi jalan protokol Kabupaten Blitar.

Kakak korban, Supriyanto mengatakan, kedua saudaranya itu  berangkat ke Sumsel mau jenguk kakak yang lagi sakit.

“Mereka berangkat dari sini Minggu (15/9) pagi. Saya antar jam delapan pagi,” kata

Para pelayat kini mulai memenuhi rumah Wasidi dan Mujani. Kerabat keluarga masih berkabung atas musibah tersebut. Pihak keluarga hingga kini masih menunggu kedatangan korban. Mereka mengetahui kabar duka tersebut saat keluarganya ingin menanyakan kabar Mujani.

“Kami dapat informasi jam delapan pagi tadi berangkat dari Sumatera Selatan. Paling besok pagi sudah sampai sini. Infonya pengiriman jenazah lewat jalur darat,” ujarnya. (Jp/Kpr)

Facebook Comments