Peneliti Sebut Kualitas Udara Indonesia Kurang Bagus Disebabkan Hal Ini
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Peneliti Pencegahan Bencana Universiti Teknologi Malaysia (UTM) Wesam Al Madhoun mengatakan secara umum kualitas udara Indonesia kurang bagus, dan itu di sebabkan karena berbagai hal.
"Ada beberapa penyebab kualitas udara di Indonesia tidak baik, seperti kebakaran, gas industri, gas emisi kendaraan, pengelolaan sampah, dan di Jakarta sendiri udaranya bukan karena kebakaran, tetapi karena polusi kendaraan dan pabrik-pabrik, secara umum kualitas udara Indonesia kurang bagus," ucapnya usai acara Studium Generale Pollution Monitoring and Modelling, di gedung kuliah umum Itera, Rabu (18/9/2019).
Ia melanjutkan, apalagi sekarang Riau dan Kalimantan mengalami kebakaran hutan, kondisi udaranya sangat jelek sekali di penuhi asap tebal, oleh karena itu penting untuk mengingatkan masyarakat umum, akan pentingnya menjaga alam.
"Ini menjadi tugas penting kita untuk mengedukasi masyarakat umum, untuk mengingatkan bersama-sama pentingnya udara bersih, jangan sampai sudah terjadi bencana baru ditindaklanjuti, karena aspeknya sangat luas, terutama terhadap kesehatan," tuturnya.

"Karena hak kita bersama untuk mendapatkan udara bersih, jika mengedukasi masyarakat sudah, maka penegakan hukumnya harus tegas, karena gara-gara asap tadi banyak yang meninggal, dan itu jadi tindakan kriminal,"tegasnya.
Kata Wesam, dari segi kesehatan yang ditimbulkan oleh udara yang tidak baik itu, menyebabkan penyakit stroke, jantung dan kanker.
"Dan dari penelitian yang dilakukan, dampak tertinggi udara yang tidak sehat dirasakan oleh anak-anak, kemudian wanita dan pekerja lapangan," pungkasnya. (Sri)
Berita Lainnya
-
Universitas Teknokrat Indonesia Cetak Lulusan Unggul, Angga Leo Setyawan Sukses Jadi PNS Guru di Mesuji
Kamis, 02 April 2026 -
DPRD Lampung Hadiri Entry Meeting BPK RI, Giri Akbar Tekankan Akuntabilitas Keuangan Daerah
Kamis, 02 April 2026 -
ITERA Sediakan 3.156 Kuota Mahasiswa Baru Jalur SNBT 2026, Pendaftaran Ditutup 7 April
Kamis, 02 April 2026 -
Siti Novita Sari, Mahasiswi Universitas Teknokrat Indonesia Jadi Narasumber Dokumenter FIFA-PSSI
Kamis, 02 April 2026








