Beranda Bandar Lampung

MPAL Sebut Pelepasan Tembakan ke Udara Adalah Ciri Khas Tradisi Adat Lampung

1636
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/kota-bandar-lampung/2018-03/polemik-pasar-wayhalim-dprd-bandarlampung-akan-kembali-panggil-dinas-perdagangan-01.jpg
M Yusuf Erdiansyah Putra. Foto: Doc Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Dalam prosesi adat Lampung, terdapat banyak tahapan yang harus dilalui, di antaranya ialah prosesi tembak ke udara. Tembakan ke udara merupakan salah satu warisan turun temurun dalam kepangkatan adat seorang penyimbang masyarakat Lampung.

Hal tersebut diungkapkan, Ketua Perwatin Majelis Penyeimbang Adat Lampung (MPAL) Lampung, M Yusuf Erdiansyah Putra gelar Gusti Pangeran Igama Khatu, saat mengomentari video viral adanya pelepasan tembakan ke udara pada pernikahan di Lampung tepatnya di Jalan Abrati, Kelurahan Kotabumi Udik, Kecamatan Kotabumi, Lampung Utara, Minggu (15/09/2019).

Ia menjelaskan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan terkait tembakan udara dalam acara adat begawi. Hal itu memang ciri khas dalam adat budaya Lampung Pepadun dan Sai Batin.

Dalam adat begawi adalah momentum pertemuan keluarga besar dari luar wilayah yang terdapat marga dan sumbay (keluarga satu marga yang tinggal di tempat yang jauh_red), mereka saling berkumpul dan bahu membahu menyukseskan acara yang telah diyakini masyarakat Lampung, dan dianggap sangat sakral.

“Jika ada juga polisi yang ikut eforia (bergembira) dalam acara itu sehingga melakukan prosesi tembak yang memakai senjata profesi mereka, itu hanya sebagai bentuk kebanggan dan kegembiraan terhadap keluarga yang melaksanakan Begawi Agung. Harus kita ingat juga melaksanakan Gawi Adat itu tidaklah mudah, banyak hal-hal yang harus dipersiapkan serta diterapkan,” ujar Yusuf.

“Selain itu, penembankan tersebut, menandakan bahwa tempat tersebut ada suatu pesta, sehingga dengan suara tembakan, orang yang belum tau, bisa tahu acara tersebut,” tambahnya.

Ia pun secara pribadi sebagai putra pribumi Lampung, tidak merasa heran karena dalam prosesi adat sering dijumpai adanya suara ledakan baik itu memakai jeduman, petasan bahkan jaman dahulu dengan meriam.

Dan yang harus masyarakat umum ketahui, khususnya masyarakat Lampung itu sendiri, tembakan ke udara itu adalah salah satu warisan atau pangkat adat seorang penyimbang Lampung yang cukup sakral.

“Bahkan, tembakan ke udara itupun tidak semua masyarakat Lampung miliki, hanya tokoh-tokoh atau para penyimbang yang mendapatkan warisan dari turun-menurun atau warisan adat yang didapatkan dari pihak besan, paman dari orang tua perempuan dalam prosesi adat manjau balak begawi,” tandasnya. (Wanda)

Facebook Comments