Beranda Bandar Lampung

Puluhan Tahun Tak Ada Solusi, Ribuan Warga Tuba Marah dan Akan Ambil Alih Lahan SGC

339
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Masyarakat dari 4 umbul di Tuba sepakat beri waktu hingga Oktober kepada SGC untuk menyelesaikan terkait tanah ulayat mereka. Foto : Erwin/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tulang Bawang – Warga dari empat kecamatan di Kabupaten Tulang Bawang mengancam akan menduduki lahan PT Sugar Group Companie (SGC). Hal itu dilakukan jika perusahaan tidak mengembalikan lahan hak ulayat wargaseluas 20 ribu hektar, hingga bulan Oktober mendatang.

Warga dari 4 kecamatan di Kabupaten Tulang Bawang (Tuba) menggelar pertemuan membahas lahan hak ulayat mereka yang dirampas PT SGC di salah satu rumah warga di Kampung Menggala Tengah, Kecamatan Menggala, Rabu (18/09/2019).

Warga yang mengikuti rapat berasal dari Kecamatan Menggala, Gedung Meneng, Dente Teladas dan Gedung Aji. Hasil rapat, warga sepakat memberikan ultimatum kepada PT SGC sampai bulan Oktober mendatang, untuk mengembalikan lahan mereka yang diserobot perusahaan.

Jika tidak ada penyelesaian, warga sepakat akan menguasai secara fisik lahan yang disengketakan. Sekjed Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN), Fernando Duling mengatakan ARUN diberikan kuasa olehwarga dari empat kecamatan itu untuk menyelesaikan permasalahan sengketa lahan dengan PT SGC.

“Warga 4 Umbul di 4 kecamatan yakni Menggala, Gedung Meneng, Dente Teladas dan Gedung Aji, menuntut haknya untuk dikembalikan.Tuntutan ini sudah berjalan selama 25 tahun belum ada penyelesaian. Kini warga telah memberikan kuasa kepada kami untuk menyelesaikan permasalahan sengketa lahan dengan PT SGC ini,” kata dia usai rapat.

Menurut Fernando, masyarakat 4 umbul masih membuka peluang untuk penyelesaian sengketa lahan itu melalui mediasi sampai pada bulan Oktober 2019.

“Jika tidak ada penyelesaian, maka masyarakat 4 Umbul di 4 kecamatan ini telah sepakat akan menguasai lahan secara fisik dengan ketentuan yang tidak melanggar hukum,” jelasnya.

Koordinator warga 4 Umbul, Supri Bakau menambahkan, sudah selama 25 tahun warga menuntut lahan hak ulayat seluas 20 ribu hektar yang dikuasai PT SGC dikembalikan. Namun, lanjut dia, hingga kini belum ada penyelesaian. “Maka kami sepakat bersama dengan lembaga ARUN bila mana sampai pada bulan Oktober nanti tidak ada penyelesaian, kami akan menguasai lahan SGC itu secara fisik,” tegasnya.

Supri melanjutkan, warga sudah menyiapkan bibit padi, jagung sertagenset (lampu penerangan) sebagai bukti keseriusan untuk menguasai lahan itu apabila tidak ada penyelesaian dengan PT SGC. “Kami sudah cukup lama bersabar, tapi PT SGC sepertinya tidak peduli. Makanya kami kasih kesempatan satu kali lagi, jika tidak ada penyelesaian wargaakan turun ke lapangan,” ujarnya. (Tim)

Artikel ini telah terbit di Surat Kabar Harian Kupas Tuntas Edisi Kamis, 19 September 2019 dengan judul “Ribuan Warga Akan Duduki Lahan SGC”

Facebook Comments