• Senin, 09 Desember 2019

Video Penembakan Senjata di Pesta Nikah, 3 Anggota Polisi Diperiksa Propam Polda Lampung

Kamis, 19 September 2019 - 16.19 WIB - 0

Penulis

Kupastuntas

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Tiga orang dalam video viral penembakan senjata di sebuah pesta pernikahan di Kota Bumi, Lampung Utara ternyata anggota polisi. Ketiga oknum anggota polisi itu saat ini diperiksa oleh Propam Polda Lampung.

“Untuk saat ini ketiga oknum tersebut masih diperiksa di Bidang Propam Polda Lampung untuk didalami apakah mereka melakukan pelanggaran disiplin," kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, Kamis (19/9/2019).

Pandra mengatakan, Propam akan mendalami terkait penggunaan senjata api oleh ketiga oknum tersebut. Untuk diketahui, penggunaan senjata api polisi mengacu pada Perkap No 1 tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian.

“Nanti akan didalami oleh Propam apakah mereka melanggar disiplin dan kode etik, ini yang akan didalami," tuturnya.

Sebelumnya, ketiga oknum ini mengeluarkan rentetan tembakan ke udara dalam pesta pernikahan di rumah keluarga Firdaus Amir di Jalan Abrati, Kelurahan Kotabumi Udik, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara. Di tengah prosesi pernikahan tersebut, dilangsungkan tradisi Begawi yakni pemberian gelar adat Lampung (sutan/pangeran) dari ketua adat.

Dalam prosesi tersebut, ada kegiatan adat turun mandi yang dilaksanakan pada Minggu (15/9/2019). Pada saat adat ini, yang diberi gelar adat keluar dari rumah dan tradisinya disambut dengan kemeriahan, bunyi-bunyi letusan yang biasanya menggunakan mercon. Namun karena tidak ada mercon saat itu, sehingga 3 oknum polisi tersebut mengeluarkan rentetan senjata api. Ketiga oknum tersebut disebut hadir di situ karena masih bagian dari keluarga yang menggelar acara tersebut.

Terpisah, sejumlah warga Lampung mengaku kegiatan seperti itu (menembakkan senjata) merupakan bagian dari tradisi dalam pengambilan pengantin mempelai wanita, atau pelepasan mempelai wanita.

“Tembakan tersebut dilepas untuk memberitahukan kepada mempelai wanita bahwasanya pada saat rombongan mempelai pria telah datang untuk mengambil mempelai wanita. Itu (penembakan) dilakukan oleh keluarga yang berasal dari TNI/Polri yang memang memiliki izin memegang senjata,” kata Luki, salah satu warga Tulang Bawang.

“Itu bisa dilakukan dengan petasan juga. Kemudian tembakan kembali dilakukan setelah acara selesai dan mempelai wanita telah dibawa oleh mempelai pria yang menandakan kemenangan mempelai pria telah berhasil membawa pulang oleh mempelai pria,” imbuh Luki.

Hal senada disampaikan Wanda, salah seorang warga Bandar Lampung yang juga bagian dari keluarga MPAL. “Perlu meluruskan, acara seperti ini di Lampung memang ada. Saat acara pesta pernikahan, ketika pembuka dan penutup tarian pencak silat, dan arak-arakan pasti ada pelepasan tembakan pistol, minimal kembang api,” kata Wanda.(Ricardo)

  • Editor :