Beranda Daerah Lampung Tulang Bawang Barat

Ditanya Alokasi Dana Desa, Kepala Tiyuh Kibang Budijaya Tubaba Geram Hingga Ancam Wartawan

906
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ilustrasi

Kupastuntas.co, Tulang Bawang Barat – Salah satu tuntutan program yang harus ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) adalah Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Sipil Negara terutama kepala tiyuh yang harus bersikap bijak. Contohnya sikap yang ditunjukkan oleh Tabrani, Kepala Tiyuh Kibang Budijaya Kecamatan Lambu Kibang.

Tabrani mencak-mencak saat wartawan menghubunginya guna meminta informasi terkait realisasi Dana Desa di Tiyuh Kibang Budijaya tersebut. Bahkan, ia mengancam mengumpulkan massa untuk mengintimidasi wartawan.

Hal ini terekam saat beberapa wartawan melakukan sosial kontrol di Tiyuh Kibang Budijaya pada Kamis (19/9/2019) siang. Beberapa aparatur Tiyuh enggan memberikan keterangan, Tabrani kala itu mengaku dirinya sedang tidak di tempat sehingga wartawan menghubungi melalui ponselnya.

Naas, Tabrani langsung menunjukkan sikap yang tidak semestinya keluar dari pejabat publik. “Selagi warga masyarakat saya tidak ada yang merasa menyalahgunakan anggaran dan situ tidak ada hak. Yang berhak adalah inspektorat,” kata dia.

Menurut dia, untuk menanyakan dana desa 2017 itu adalah hak inspektorat. “Saya tidak terima, jangan samakan saya dengan lurah (kepala tiyuh) lain. Saya tidak terima seolah- olah saya salah, kenapa kalian menanyakannya (realisasi dana desa) di saya. Tanyakan saja di inspektorat. Saya ada atasan, atasan saya bupati,” ujarnya.

“Untung kalian tidak ketemu saya, kalau kalian ketemu dengan saya pasti ganggu kalian. Saya kumpulkan masyarakat baru tau kalian. Publikasi saya tidak pernah salah jalur. Saya ada atasan,” ancam Tabrani.

Tabrani mengklaim jika Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik tidak bisa diterapkan di tiyuh yang ia pimpin itu. “Undang -undang publik itu nggak bisa di pake, hanya inspektorat yang berhak memeriksa. Kalau saya salah, pasti saya sudah dipanggil oleh inspektorat, dan juga saya orang lapangan,” tuturnya.

Ia juga mengklaim, jangankan wartawan, menteri sekalipun tidak berhak menanyakan realisasi dana desa di tiyuhnya. “Jadi kalau kalian menanyakan dana desa 2017 kalian tidak ada hak. Menteri aja nggak ada haknya untuk menanyakan. Kalau media meminta informasi itu tidak bisa. Kalian harus ke inspektorat atau camat jangan ke desa,” kilahnya.

Tabrani berucap seperti itu lantaran ia mengaku jika keluarganya wartawan semua. “Kakak adik saya wartawan semua di Way Abung itu. Saya bukan jadi kepala desa saja, kebon singkong saya ratusan hektar. Jangan samakan saya dengan lurah lain yang mengandalkan dari dana desa itu,” pungkasnya. (Irawan/Lucky)

Facebook Comments