Beranda Daerah Lampung Lampung Barat

Kopi Tumbuk Lesung, Tradisi yang Kembali Dilestarikan KWT Lestari Pekon Bedudu Lambar

135
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Masyarakat desa Bedudu kecamatan Belalau masih melestarikan tumbuk lengsung sebagai salah satu kearifan lokal setempat. Foto : Iwan/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co,Lampung Barat – Kopi Tumbuk Lesung adalah biji kopi yang ditumbuk menggunakan lesung yang merupakan tradisi masyarakat Lampung Barat (Lambar) tempo dulu, pengolahan biji kopi menjadi bubuk kopi masih mengandalkan tenaga manusia secara manual.

Prosesi tumbuk lesung menggunakan dua variabel alat di antaranya lulumpang (Lesung) dan halu-halu (Helu). Lulumpang terbuat dari kayu berbentuk seperti perahu yang umumnya berlubang dengan diameter sekitar 80-100 centimeter, dengan kedalaman sekitar 40 centimer, sedangkan halu-halu terbuat dari kayu berbentuk tongkat, yang bisa difungsikan di kedua sisi.

Dalam kegiatan tumbuk lesung, ada keunikan seperti mengeluarkan suara saat prosesi tumbuk lesung dengan nada yang khas. Selain itu juga sebagai salah satu falsafah gotong royong dalam kehidupan masyarakat.

 

Namun saat ini tradisi tumbuk lesung hanya menjadi kenangan dan menjadi hal yang unik. Melalui Kelompok Tani Wanita (KWT) Sehati Pemangku II Waysemangka, Pekon (Desa) Bedudu kecamatan Belalau, tradisi tersebut kembali dilestarikan.

Tidak sampai disitu, dalam proses sangrai biji kopi juga masih menggunakan alat tradisional berupa wajan baja, dan masih menggunakan pasir untuk mematangkan biji kopi secara merata.

Tradisi tersebut merupakan warisan para leluhur yang sudah berlangsung sejak ratusan tahun silam. Cita rasa khas kopi bubuk hasil tumbuk lesung juga berbeda dengan kopi bubuk yang digiling menggunakan mesin yang modern.

Peratin Pekon Bedudu, Alexander Metias mengatakan bahwa bubuk kopi hasil olahan KWT lestari ini akan menjadi salah satu produk yang akan di pamerkan di Liwa fair yang akan di gelar di kawasan sekuting terpadu, Pekon Wates kecamatan Balik Bukit, mulai 23 hingga 28 September ini.

“Seiring dengan pesatnya perkembangan jaman, usaha kopi bubuk kini sudah menjamur bahkan hampir disetiap Pekon ada usaha kopi bubuk, terlebih kabupaten Lambar memang terkenal akan kopi robusta nya. Namun tidak semua masih menggunakan proses manual seperti ini dan menghasilkan cita rasa yang khas,” ungkap Alex. (Iwan)

Facebook Comments