• Selasa, 10 Desember 2019

Untung Besar, Huda Ubah Limbah Sawit Jadi Uang

Sabtu, 05 Oktober 2019 - 12.55 WIB - 0

Penulis

Kupastuntas

Kupastuntas.co, Lampung Timur - Tandan kosong dari pohon sawit biasa dijadikan limbah tak berguna oleh perusahaan. Namun, di tangan Huda warga Desa Labuhanratu IX, Kecamatan Labuhanratu, limbah itu diubah menjadi bisnis jamur yang bisa mengangkat perekonomian keluarganya. Sudah enam bulan Huda melakoni bisnis jamur ini. Pria dua anak yang sebelumnya bekerja sebagai penderes getah karet mampu melihat potensi bisnis itu di saat harga karet terus merosot dan membuat ekonomi keluarganya terpuruk.

Huda membuat media penanaman jamur dari plastik. Luas satu rumah jamur berukuran 4x5 meter. Unit rumah jamur yang dibuat Huda sampai saat ini berjumlah 14 unit. Setiap unit berisi limbah sawit dengan ukuran yang sudah disesuaikan. Dalam satu bulan, omzet yang didapatkan Huda dari bisnis jamur itu mencapai Rp15 juta.

Huda mengatakan, limbah sawit tersebut dibeli langsung dari perusahaan sawit dengan harga Rp600 ribu. Kemudian, limbah sawit direndam dalam air di tempat yang sudah didesain. Setelah direndam dan diangkat, limbah jamur tersebut dimasukan ke rumah jamur.

Di rumah jamur, kata Huda, limbah yang sudah melalui tahapan-tahapan itu ditanam di rumah jamur dan dilakukan pengasapan guna menjadikan rumah jamur lebih lembab.

"Semua cara pembuatan jamur saya dapatkan secara autodidak dari kawan yang saat ini menjadi pengepul jamur, dan ternyata berhasil dan membuahkan hasil maksimal," kata Huda.

Dengan mengelola 14 rumah jamur, Huda bisa memanen 1 kwintal jamur dalam satu hari dengan harga Rp20 ribu per kilogramnya. "Pokok satu bulan omzet kotor kami Rp15 juta," kata Huda.

Melihat pasar jamur dari limbah tandan sawit yang menggiurkan dan perawatan yang tidak sulit, kata Huda, sedikitnya sudah ada 20 Kepala Keluarga (KK) di desanya yang sudah mulai mengikuti usaha rumahan tersebut. (Agus)

  • Editor : Mita Wijayanti