Dampak Kemarau Panjang, Warga Brajasebelah Lampung Timur Antre Air Bersih Sejak Pagi Hari
Kupastuntas.co, Lampung Timur - Berbagai dampak kemarau dirasakan masyarakat luas seperti kesulitan air bersih karena banyak sumur mengering dan sulitnya mencari pakan ternak sapi.
Hal itu dialami warga Lampung Timur. Tidak sedikit sumur warga yang mengalami kekeringan setelah kemarau selama empat bulan terakhir, kecuali warga yang memiliki sumur bor. Namun di daerah pedesaan masih banyak yang menggunakan sumur manual dengan kedalamanya rata-rata 10 meter.
Seperti yang dikatakan, Dedi warga Desa Braja Harjosari, Kecamatan Brajaselebah, dirinya memanfaatkan sumur bor yang dibuat melalui dana program PNPM sepuluh tahun silam.
Terang Dedi, setiap pagi masyarakat mengantre di sumur bor yang ada di depan kantor Kecamatan Brajaselebah.
"Kalau pagi ngantre mas, makanya saya sengaja ngambil air sore hari," kata Dedi.
Selain persoalan air bersih, peternak sapi juga mendapatkan dampak dari kemarau, salah satunya pakan ternak yang didapat berupa rumput yang sudah mengering.
Menurut Sakun peternak sapi, agar sapi miliknya mau makan rumput yang mengering Sakun memberikan sedikit air garam untuk perangsang
"Kondisinya kemarau nggak ada rumput hijau, adanya yang kering," kata Sakun. (Agus)
Berita Lainnya
-
Nelayan di Perairan Lampung Timur Meninggal Terjatuh dari Kapal
Senin, 06 April 2026 -
Kabur ke Perkebunan, Pelaku Curanmor di Labuhanratu Akhirnya Dibekuk Polisi
Senin, 06 April 2026 -
Kades Labuhanratu IV Lampung Timur Ditemukan Tewas di Kamar Hotel
Jumat, 03 April 2026 -
Presiden Direncanakan Resmikan Kampung Nelayan Koperasi Merah Putih di Lampung Timur
Selasa, 31 Maret 2026








