Beranda Nasional

Diamankan di Bandar Lampung, Ini Isi Rumah Terduga Teroris yang Digeledah Densus 88

627
Foto : Dok Polri

Kupastuntas.co, Jakarta – Detasemen Khusus (Densus) Anti Teror 88 Mabes Polri dikabarkan mengamankan seorang terduga teroris di Kota Bandar Lampung, Minggu (13/10/2019) sekitar pukul 07.00 WIB. Ia adalah Noval Agus Syafroni (45) yang diduga berkaitan dengan kelompok teroris yang menyerang Menko Polhukam, Wiranto di Pandeglang, beberapa waktu lalu.

Densus 88 Antiteror lalu melanjutkan menggeledah ke rumah kontrakan tersangka teroris itu di Tambun, Kabupaten Bekasi. Polisi menyebut Noval Agus Syafroni (NAS) adalah bagian dari Khilafatul Muslimin.

“Terduga merupakan bagian dari Khilafatul Muslimin,” kata Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Candra Kusuma , Minggu (13/10/2019).

Saat penggeledahan, polisi juga menemukan beberapa barang bukti terkait Khilafatul Muslimin di kontrakan NAS. Beberapa di antaranya adalah 1 kardus berisi data Khilafatul Muslimin dan 1 logo bordir Khilafatul Muslimin. Ada pula buku panduan jihad, majalah terkait ISIS, hingga buku lain terkait khilafah. Berikut ini barang bukti yang ditemukan di kontrakan NAS:

  1. Buku panduan jihad
  2. Khilafatul Muslimin
  3. 1 kardus berkas data Khilafatul Muslimin
  4. 1 buku Dilema PKS
  5. 1 buku al-Khilafah
  6. 8 Dabiq Buku ISIS
  7. 2 buah gunting
  8. 2 kabel jack sound
  9. 1 plastik paku payung + paku baja
  10. 1 lakban plastik warna bening
  11. 1 kartu keluarga atas nama Noval
  12. 1 buku ‘Tiada Khilafah Tanpa Tauhid dan Jihad’
  13. 1 plastik tatitis kecil warna putih
  14. Data Khilafatul Muslimin
  15. 1 logo bordir Khilafatul Muslimin

Tentang keberadaan buku ‘Dilema PKS’, Kombes Candra mengatakan buku itu ditemukan di kamar tersangka. Nantinya, barang bukti yang ditemukan akan dipilah lagi.

“Itu ada di kos-kosan dia, di kamarnya dia semua. Itu nanti dipilah, yang ada di ruangannya dibawa semua dulu,” ucapnya.

Polisi menyebut NAS punya kaitan dengan Abu Zee yang merupakan pimpinan kelompok JAD Bekasi. NAS disebut Candra juga telah berbaiat kepada pemimpin ISIS, Abu Bakr Al Baghdadi, bersama dengan kelompok Abu Zee

“(NAS) pernah membahas tentang khilafah bersama dengan kelompok Abu Zee,” ujar Candra.

Jaringan Abu Zee ini akhir-akhir ini mencuat, terlebih setelah insiden penusukan Menko Polhukam Wiranto di Pandeglang, Banten, pada Kamis (10/10) lalu. Pelaku penusukan, yaitu Syahrial Alamsyah alias Abu Rara, masih termasuk jaringan Abu Zee.

Sedangkan Abu Zee, yang merupakan pimpinan kelompok JAD Bekasi, sudah ditangkap pada 23 September lalu. Abu Rara dan Abu Zee baru sekali bertemu. Mereka juga sempat berkomunikasi lewat media sosial. (Dtk)

Facebook Comments