• Selasa, 10 Desember 2019

Berkunjung ke Lampung, Investor China Jajaki Investasi di Sektor Peternakan

Rabu, 23 Oktober 2019 - 19.09 WIB - 0

Penulis

Kupastuntas

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Purbaya Yudhi Sadewa bersama sejumlah investor asal Tiongkok datang ke Lampung untuk melihat potensi investasi peternakan. Hadir pula perwakilan Kementerian Keuangan serta Kementerian Pertanian.

Rombongan ini disambut Gubernur Lampung Arinal Djunaidi di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Rabu (23/10/2019). Yudhi Sadhewa mengatakan kedatanganya bersama beberapa investor dari Tiongkok, untuk melihat secara langsung berbagai peluang kerjasama di Provinsi Lampung.

Ia mengatakan saat ini permintaan Tiongkok akan ternak cukup tinggi. Hal tersebut terjadi karena sejumlah masalah dengan peternakan di China yang mengakibatkan harga ternak seperti babi, ayam melonjak tinggi, karena tidak mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“China dipusingkan dengan persoalan harga daging babi yang menjadi kebutuhan penting masyaratnya. Serangan penyakit flu babi Afrika berujung pembantaian massal babi yang terkena penyakit di sentra peternakan China, berakibat pada kekurangan pasokan dan lonjakan harga dan mengakibatkan China harus mengimpor ternak dari Negara lain guna memenuhi kebutuhan pasar,” jelas Yudhi.

Menanggapi hal itu, Gubernur menyatakan kesiapan Lampung memenuhi kebutuhan pasar China. Di antaranya ayam potong, telur, sapi potong hingga babi.

“Lampung sangat ideal sebagai tempat untuk berinvestasi karena Lampung sebagai penghasil ternak pertanian dan perkebunan. Mari kita bekerjasama kita, kita kembangkan, kita libatkan kemitraan bersama masyarakat sehingga bukan hanya akan memberikan kesejahteraan bagi pengusaha, namun yang terpenting adalah dapat membuat masyarakat Lampung sejahtera,” harap Gubernur.

Saat ini, lanjut Gubernur, produksi ternak Lampung terus meningkat bahkan surplus. Produksi ayam potong Lampung mencapai 240 ribu ekor/hari (surplus hingga 180 ribu ekor/hari). Kemudian produksi ayam petelur 200 ton/hari (surplus 30 ton/hari). Sementara sapi potong Lampung mencapai 827ribu dan mampu menampung 159 ribu ekor dari 11 feedlotter.  Sedangkan untuk populasi ternak babi mencapai 43 ribu lebih.

Guna memenuhi kebutuhan investor, Gubernur mengatakan Pemprov Lampung akan mempermudah proses perizinan agar kegiatan ekspor-impor di Provinsi Lampung berjalan dengan lancar. Gubernur juga memastikan jika komoditas ternak Lampung sehat aman serta berkualitas.

“Perizinan akan dipermudah sesuai aturan dan cepat, selain itu kita juga garansi jika ayam dan sapi Lampung bebas dari antibiotic dan peternakan babi bebas dari flu babi,” jelas Gubernur.

Ke depan, Gubernur berharap pertemuan ini dapat berlanjut. Sehingga bisa memberikan keuntungan bagi pengusaha dan juga meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat Lampung. Adapun yang hadir dalam kesempatan tersebut di antaranya Dr. QinZhenkui, Professor and Former Director General of the Import & Export Food Safety Bureau of AQSIQ, Wang Sze Tsang, Chairman of the Guangdong Agricultural Product Industry Association Michael Gerrits, Managing Director, EWN Nutrition,  Rio Praaning Prawira Adiningrat, Secretary General at PA International Foundation. (Rls)

  • Editor :