• Selasa, 10 Desember 2019

Teknologi Berkembang Pesat, Rektor Itera Ajak Pemuda Tetap Bersikap Arif

Senin, 28 Oktober 2019 - 18.49 WIB - 0

Penulis

Kupastuntas

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Institut Teknologi Sumatera (Itera) mengadakan upacara Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-91 di lapangan sepak bola kampus setempat, Senin (28/10/2019). Upacara yang mengusung tema Bersatu kita maju tersebut diikuti oleh sivitas akademika Itera dan dipimpin langsung oleh Rektor Itera Prof. Ir. Ofyar Z Tamin.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor meminta pemuda terus berperan dalam membangun bangsa. Selain itu, pemuda diminta menjadi sosok dengan karakter yang tangguh, yakni memiliki karakter moral dan karakter kinerja, pemuda yang beriman dan bertaqwa, berintegritas tinggi, jujur, santun, bertanggung jawab, disiplin, kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, dan tuntas.

“Pemuda juga harus memiliki kapasitas intelektual dan skill kepemimpinan, kewirausahaan, dan kepeloporan yang mumpuni, serta pemuda harus memiliki inovasi agar mampu berperan aktif dalam kancah internasional,” ujar Rektor membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olah Raga RI.

Rektor juga menyampaikan, pada saat ini di belahan dunia telah lahir generasi muda yang memiliki pola pikir yang serba cepat, serba instan, lintas batas, cenderung individualistik dan gramatik. Canggihnya ilmu pengetahuan dan teknologi serta mudahnya akses terhadap sosial media, telah menjelma menjadi tempat favorit berkumpulnya anak-anak muda lintas negara, lintas budaya, lintas agama, dan interaksi mereka di sosial media berjalan real time 24 jam.

“Di sinilah diharapkan peran pemuda dapat bersaing dalam bentuk apapun tentunya dalam hal yang posistif. Pemuda adalah masa depan bangsa dan Negara, pemuda juga harapan bagi dunia, pemuda Indonesia harus maju dan berani menaklukan dunia, saya berharap kedepan akan banyak muncul tokoh-tokoh muda yang mendunia.” ujar Rektor.

Dengan didikung oleh pesatnya kemajuan llmu pengetahuan dan teknologi, generasi muda diharapkan dapat merespon kemajuan itu dengan kearifan. Menghargai keluhuran perjuangan dari generasi sebelumnya tanpa terjebak dalam kejayaan dan romantisisme masa lalu, serta kenyataan-kenyataan masa kini sehingga membuat mereka tidak lagi sanggup keluar untuk menatap masa depan. (Rls)

  • Editor :