• Rabu, 11 Desember 2019

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 79 Kg Sabu dari Malaysia, Sempat Kejar-kejaran di Tengah Laut

Selasa, 29 Oktober 2019 - 11.48 WIB - 0

Kupastuntas.co, Palembang – Anggota TNI AL dari Lanal Palembang berhasil menggagalkan aksi penyelundupan 79 Kg sabu di Muara Sungai Musi. Sabu itu berasal dari Malaysia yang dibawa dua kurir menggunakan speed boat.

Komandan Lantamal III, Brigjen TNI Marinir Hermanto mengatakan, penangkapan 79 Kg sabu ini dilakukan oleh Lanal Palembang saat patroli rutin. Lanal Palembang mendapat informasi dari Lanal di Batam ada penyelundupan sabu ke Sumatera Selatan.

“Mendapat laporan itu, Komandan Lanal Palembang Kolonel Laut (P) Saryanto merespon langsung melakukan operasi di pesisir dan laut terbatas. Kemudian di daerah perairan Sungsang, didapat kapal bergerak mencurigakan, Senin (28/10) pukul 00.10 WIB dini hari,” kata Brigjen TNI Marinir Hermanto saat jumpa pers di Lanal Palembang, Selasa (29/10/2019).

https://youtu.be/ymePfjZITRw

Setelah hampir 3 jam pergerakan menuju lokasi, malam itu ada pergerakan satu unit speed dengan kecepatan yang cukup tinggi. Saat itu dicek dan terjadilah kejar-kejaran. Sekitar pukul 02.55 WIB barulah speed boat ini berhasil dihentikan.

“Setelah kejar-kejaran di tengah gelap gulita, Lanal Palembang langsung cek dan didapat sabu 79 Kg. Ini termasuk cukup besar di wilayah ini dan ada dua tersangka kita amankan,” kata mantan Danbrigif 4/BS Piabung ini.

Adapun dua tersangka yaitu Hermanto dan Deni. Keduanya merupakan warga Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan yang disebut mendapat upah masing-masing Rp 25 juta.

“Keterangan sementara mereka diupah Rp25 juta, tetapi ini masih kami dalami lagi. Apakah benar diupah atau mereka sebagai bandarnya,” kata Brigjen Hermanto yang lama bertugas jadi Komandan Marinir di Lampung.

Dari barang bukti yang didapat itu, ada tiga jenis paket sabu yang didapat. Satu paket disebut masih baru dan belum pernah ditemukan. Kualitasnya juga berbeda-beda, dari kualitas rendah sampai yang bagus ada.

Komandan Lanal Palembang, Kolonel Laut Sarianto menambahkan, dari penangkapan itu turut diamankan speed boat 400 PK yang sudah dimodifikasi. Speed ditambah mesin untuk nemambah kecepatan.

“Ada speed kita amankan dan ini sudah ditambah mesin. Memang ini disiapkan untuk kecepatan tinggi dan sampai kita kejar-kejaran saat penangkapan,” terangnya.

Dikatakannya, wilayah perairan di Sumatera Selatan kini menjadi primadona peredaran narkotika. “Wilayah kita sangat rawan karena di beberapa titik ini terhubung daerah lain. Sebut saja dengan Batam, Riau, Jambi, Lampung, Bangka Belitung dan wilayah lain,” tandasnya. (Smsl)

  • Editor :