Musim Pancaroba, BMKG: Waspada Angin Kencang di Lampung
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Lampung, kembali mengingatkan masyarakat agar lebih mewaspadai datangnya angin kencang dan hujan lebat yang bisa datang sewaktu-waktu di wilayah Lampung.
Berdasarkan data BMKG, saat ini wilayah Lampung sudah memasuki musim pancaroba atau peralihan dari musim kemarau ke musim hujan.
Kasi Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Harianto, mengatakan, kondisi ini baru dimulai pada penghujung Oktober 2019 dan akan berlangsung hingga akhir November 2019 mendatang.
“Akan tetapi, di beberapa wilayah di Provinsi Lampung kemungkinan sudah mengalami musim hujan pada pertengahan November ini" kata Rudi, Rabu (6/11).
Lebih lanjut Rudi memaparkan, pada masa pancaroba ini terjadi angin kencang yang bisa mencapai kecepatan 63 kilometer/jam. Penyebab angin kencang karena ada perbedaan tekanan yang cukup signifikan antara tekanan tinggi yang ada di sebelah barat daya Australia dan juga tekanan rendah yang disekitar wilayah Thailand dan sekitarnya.
"Karena perbedaan ini sehingga menimbulkan pergerakan angin yang cukup kencang dan angin tersebut melewati wilayah Lampung, sehingga terutama untuk masyarakat yang tinggal tidak jauh dari pesisir pantai akan sangat terasa angin kencang ini, namun sejauh ini masih dalam kondisi aman," ungkapnya.
Selain itu, lanjutnya, dampak angin kencang ini juga akan sedikit meningkatkan kondisi gelombang di perairan wilayah Lampung. Sehingga kapal-kapal yang akan menyeberang akan mengalami sedikit goyangan pada saat di kapal.
Maka dari itu, pesan Rudi, masyarakat Lampung diimbau untuk tetap lebih waspada dalam menyikapi musim pancaroba ini seperti kondisi angin kencang. (Erik)
Berita Lainnya
-
Ancaman Kemarau Panjang Mengintai, BPBD Imbau Masyarakat Siaga Karhutla dan Krisis Air
Senin, 06 April 2026 -
Pelantikan BEM Unila, Gubernur Mirza Soroti Bonus Demografi 71 Persen di Lampung
Senin, 06 April 2026 -
Jalan Pattimura dan dan Soekarno–Hatta di Metro Segera Dibenahi, Telan Anggaran 12 Miliar
Senin, 06 April 2026 -
Kejar Target Rp464 Miliar PKB, Samsat Rajabasa Perluas Akses Layanan
Senin, 06 April 2026








