Beranda Bandar Lampung

Imbauan Polda Lampung: Segera Lapor ke Polisi Jika Kendaraan Dirampas Debt Collector

256
Ilustrasi.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung –┬áBagi anda pemilik kendaraan dengan status kredit pasti selalu diselimuti rasa was-was akan didatangi debt collector bila telat membayar.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, Kombes Pol M. Barly Ramadhani, orang suruhan perusahaan pembiayaan bisa dikenai hukuman pidana bila merampas secara paksa kendaraan dari debitur yang pembayaran kreditnya macet.

“Kalau ada orang yang meminta kendaraan dengan paksa dapat dikenakan pidana Pasal 365 KUHP,” tegas Barly, Sabtu (9/11/2019).

Barly kembali menegaskan, juru tagih atau debt collector tidak boleh menarik paksa kendaraan, apalagi dengan melibatkan aparat keamanan.

Pernyataan ini disampaikan Barly terkait adanya seorang driver ojek online (ojol) yang nyaris jadi korban begal dengan mengaku sebagai debt collector.

“Kalau pembeli tidak membayar dalam tiga bulan, maka prosedurnya harus dipanggil dan membayar tunggakan, bukan menyita kendaraan, apalagi dengan cara merampas di jalan,” jelasnya.

Dia mengatakan, dalam perjanjian kendaraan secara kredit, bila ada wanprestasi (ingkar) dari konsumen, harus menggunakan penyelesaian dengan Undang-Undang No.42 tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia, bukan dengan pemaksaan atau perampasan.

“Jadi saya mengimbau kepada masyarakat, jika ada hal seperti itu (merampas kendaraan ditengah jalan atau di mana saja), segera laporkan ke kami (kepolisian) supaya kami tindak lanjuti,” imbaunya.

Untuk diketahui sebelumnya, Subbdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Lampung menangkap tiga orang debt collector, yakni AM, warga Kampung Sawah, MA warga Tanjungseneng, dan ID warga Pesawaran.

Ketiganya beraksi dengan rekannya berinisal Z, pada Senin (23/7/2019) di Jalan Teuku Umar, tepatnya di dekat Taman Makam Pahlawan.

Saat itu, pemilik kendaraan menunggak dua bulan bernama Yopi di hadang di lokasi kejadian. Caranya dengan memepetkan mobil, mengetuk kaca dan melakukan intimidasi, serta merampas kunci mobil korban.

Lalu korban dibawa ke kantor perusahaan pembiayaan di daerah Telukbetung dan diminta membayar tunggakan dua bulan, beserta denda Rp5 juta.

Korban pun dikabarkan baru bisa menyanggupi pembayaran satu bulan terlebih dahulu, namun pihak leasing menolak. Ketika korban keluar, mobilnya sudah tidak ada lagi di parkiran. Karenanya, ia melaporkan kejadian tersebut ke Mapolda Lampung.

“Dari hasil penyelidikan dan penyidikan diketahui dalam menarik mobil, ketiganya tidak sesuai standar operasional prosedur, menyalahi undang-undang. Pelaku ditangkap di sebuah rumah makan di daerah Telukbetung Selatan pada Senin (29/7/2019) Pola-pola intimidasi tak dibenarkan dan kita dalami ternyata ada unsur perampasan,” kata Barly, Selasa (30/7/2019).

Selain itu, dari para pelaku ditemukan senjata tajam dan air softgun yang diduga kerap digunakan pelaku untuk mengintimidasi korban yang kendaraannya hendak ditarik. “Ada kita temukan benda-benda tertentu,” pungkasnya. (Oscar)

Facebook Comments