• Kamis, 12 Desember 2019

Digoyang Kontroversi LGBT, Ini 5 Fakta Film Kucumbu Tubuh Indahku

Selasa, 12 November 2019 - 21.38 WIB - 0

Jakarta- Ormas Keagamaan mengatasanamakan Fron Pembela Islam (FPI) Lampung menghentikan pemutaran film yang berjudul "Kucumbu Tubuh Indahku" karya Garin Nugroho di gedung kesenian Lampung (DKL)  PKOR Wayahlim Bandar Lampung,  Selasa (12/11/2019).   Perlu diketaui, film yang masuk nominasi oscar ini sempat juga dikecam diberbagai daerah di Indonesia saat pemutaran filmnya. Film yang telah meraih berbagai penghargaan internasional ini sudah tayang pada 18 April 2019.   Film ini bercerita tentang Wahyu Juno, seorang penari lengger yang ditinggal pergi oleh sang ayah. Dalam perjalanan menuju dewasa, ia bergabung dengan sanggar tari. Hidupnya berpindah-pindah dari satu desa ke desa lain. Ia dilema besar tentang apa yang sedang terjadi pada dirinya.   Sebagai penari lengger lanang atau penari lengger pria, Juno memiliki sisi maskulin dan feminin dalam satu tubuh. Dengan kondisi tersebut, Juno yang hidup di pedesaan Jawa beberapa puluh tahun lalu, harus menghadapi norma yang berlalu di masyarakat. Kisah yang tak sederhana ini menjadi daya tarik tersendiri.   Inilah  fakta unik film tersebut. Dilansir dari berbagai sumber.    
  1. Karya film traumatik pertama.
  Garin Nugroho selalu memberikan karya terbaik untuk negeri. Film ini tercatat sebagai karya film panjang ke-19 Garin Nugroho. Uniknya, film ini adalah film pertama Garin yang mengangkat trauma di masyarakat.  
  1. Meraih Berbagai Penghargaan.
    Sebelum naik ke layar lebar, Garin telah berhasil memikat penonton dan juri festival film di berbagai belahan dunia. Tak hanya festival, Kucumbu Tubuh Indahku ini meraih penghargaan dari UNESCO. Sampai hari ini, film ini setidaknya telah meraih penghargaan dari Bisato D’oro Award Venice Independent Film Critic di Italia tahun 2018, Film Terbaik pada Festival Des 3 Continents di Perancis tahun 2018, dan Cultural Diversity Award under The Patronage of UNESCO pada Asia Pasific Screen Awards di Australia tahun 2018.  
  1. Diangkat dari kisah nyata.
  Film ini diambil dari kisah nyata penari lengger yang bernama Riyanto. Layaknya yang ada di kehidupan nyata, film ini menceritakan Riyanto dari kecil hingga dewasa. Ia bertemu dengan beberapa orang terdekatnya seperti paman, bibi, warok dan petinju menyelimuti dinamika perjalanan hidupnya.  
  1. Kolaborasi antar generasi.
Film ini hasil kolaborasi dari Four Colours Film dengan sutradara senior Garin Nugroho. Biasanya, Four Colours Film konsisten dengan film-film senias pemula. Hal ini menjadi warna baru dalam penciptaan film. Garin berkolaborasi dengan anak menantunya sendiri, Ifa Isfansyah. Tak hanya itu, film ini juga diperankan oleh aktor dan aktris lintas generasi seperti Endah Laras, Randy Pangalila, Sujiwo Tejo dan Whani Dharmawan.  
  1. Soundtrack Kece.
Mondo Gascaro ex vokalis Sore Band, didapuk menjadi pengisi soundtrack dengan judul lagu yang sama dengan filmnya, Kucumbu Tubuh indahku. Lagu ini bercerita tentang kesepian sang pemeran utama.(Dbs)
  • Editor : Herwanda Pratama