• Rabu, 11 Desember 2019

Cemari Lingkungan, Tumpukan Sampah di Sungai Way Awi Kelurahan Jagabaya ll Dikeluhkan Warga

Rabu, 13 November 2019 - 14.30 WIB - 0

Penulis

Kupastuntas

Kupastuntas.co, Bandar Lampung -  Warga Gang Al-iman l, lingkungan lll, kelurahan jagabaya ll, Kecamatan Way Halim, kota Bandar Lampung mengeluhkan bau tak sedap dari tumpukan sampah di Sungai Way Awi.

Menurut warga setempat penumpukan sampah di sungai Way Awi kerap terjadi setiap musim kemarau. Adapun sampah yang menumpuk itu kebanyakan berasal dari limbah rumah tangga. Seperti plastik, popok bayi, bungkus makanan, pakaian, dan sebagainya.

Salah seorang warga Legianto (45) merasa terganggu dengan kondisi tersebut. Karena selain bau menyengat, sampah yang menumpuk di dekat rumahnya tersebut merusak pemandangan.

"Terutama saat musim kemarau, sampah selalu menumpuk seperti ini, sehingga bukan hanya menimbulkan bau yang tak sedap tetapi kalau malam nyamuknya banyak," kata dia.

Menurutnya, tumpukan sampah  kali tersebut sudah diangkut sekitar dua bulan oleh pemerintah setempat.

"Sebenarnya sampah di sini sudah diangkut dua bulan kemarin, tapi sekarang sudah numpuk lagi sampahnya," ujarnya.

Menurutnya, sampah tersebut berasal dari hulu sungai. Tetapi Ia juga mengaku sampah tersebut ada dari warga sekitar.

"Tidak dipungkiri sampah ini ada juga dari warga sekitar yang membuangnya, tetapi tidak banyak, banyaknya dari kiriman kali di atasnya," tuturnya.

Legianto meminta pemerintah segera mengatasi persoalan sampah ini. Sebab, jika dibiarkan, maka akan berakibat buruk bagi kesehatan masyarakat.

"Harapannya dibersihin lagi, karena ini mungkin baru bau tak sedap. Kalau dibiarkan mungkin bisa berbahaya," katanya.

Sementara itu, Kepala lingkungan (Kaling) lll Suarji mengatakan, tumpukan sampah di Sungai Way Awi ini memang menjadi persoalan pelik pada saat musim kemarau.

"Kalau upaya kita sendiri sudah mengimbau kepada masyarakat, agar tidak membuang sampah di sungai," ungkapnya.

Kemudian terhadap sampah di lingkungan sekitar, kata Suarji, pihaknya selama ini yang mengangkut sokli.

"Artinya sampah-sampah di sini 80 persen terfasilitasi oleh sokli. Adapun sampah yang menumpuk di sungai ini kiriman dari atas kali tersebut," pungkasnya. (Sri)

  • Editor : Mita Wijayanti