DPRD Minta Kaji Ulang Pembangunan Flyover Baru, Herman HN: Flyover untuk Atasi Kemacetan
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat, akan kembali membangun dua flyover di tahun 2020 mendatang. Pembangunan tersebut bertujuan untuk meminimalisir terjadinya kemacetan.
Namun, terkait rencana pembangunan dua flyover di Jalan Urip Sumoharjo dan Jalan Kimaja, mendapat sedikit protes dari Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung. Di mana dalam rapat hearing bersama Dinas PU Bandar Lampung pada Senin (11/11) lalu, Komisi III meminta pemkot meninjau ulang rencana pembangunan flyover tersebut.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Bandar Lampung, Herman HN, tidak mempermasalahkan hal tersebut. “Ya biarin aja. Tolak-tolak aja, karena di orang (Komisi III) nggak pernah turun ke daerah itu pas waktu macet,” kata Herman saat diwawancarai awak media usai acara pengukuhan sentra IKM di Gedung PKK Bandar Lampung, Kamis (14/11/2019).
Ditegaskan Herman, apa yang dilakukannya itu (Bangun Flyover) demi mengurai kemacetan di Kota Tapis Tapis Berseri. “Ini kan demi mengurangi kemacetan di daerah itu,” jelasnya.
Menurut Wali Kota Bandar Lampung dua Periode ini, keberadaan flyover di jalur dua, tepatnya titik rel kereta api Jalan Sultan Agung dan flyover Jalan Kimaja-Jalan Urip Sumoharjo, sangat dibutuhkan oleh masyarakat, sebab kerap terjadi kemacetan yang ada di dua titik jalan tersebut. “Saya suruh aja nanti (orang) yang macet di Sultan Agung itu di datengin sama dia orang (Komisi III)," ucap Herman.
Orang nomor satu di Kota Tapis Berseri ini pun meminta anggota dewan untuk melihat kondisi di jalan tersebut pada saat jam-jam macet, sehingga bisa melihat secara langsung fakta dan kondisi di lapangan. “Lihat langsung kondisinya agar mereka tahu, apa yang dibutuhkan masyarakat," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PU Kota Bandar Lampung, Iwan Gunawan, mengakui, pihaknya belum menerima laporan adanya penolakan dari Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung .
“Tidak ada yang menolak, ini sedang dijalankan terus. Sejauh ini aman-aman saja, nggak ada masalah," kata Iwan, Kamis (14/11).
Iwan menegaskan, bahwa perencanaan proyek dan kajian pembangunan saat ini sedang berjalan, dan terealisasi pada bulan Desember 2019 mendatang.
“Untuk perencanaan sedang berjalan, kita harapkan Desember, perencanaan selesai. Sedangkan untuk pembebasan lahan, dimulai Januari 2020," tutupnya.
Sebelumnya Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Yuhadi, mengaku pihaknya bukan tidak setuju dengan adanya rencana pembangunan flyover baru pada 2020 mendatang. “Kami bukan tidak setuju, melainkan hendak mengkaji ulang, karena kan ada rencana pemerintah pusat bersama Kementerian Perhubungan membangun track babaranjang tidak melintasi jalur kota,” kata Yuhadi saat hearing beberapa waktu lalu.
Dengan demikian, kata Yuhadi, efisiensi pembangunan dua flyover tersebut dapat dialihkan ke pembangunan lainnya yang lebih mendesak, seperti pembangunan jalan-jalan lingkungan atau penanggulangan bencana banjir diperkotaan. (Sri)
Berita Lainnya
-
Universitas Teknokrat Gelar Kajian Ramadhan di Roblox, Dakwah Digital Berbasis Metaverse
Sabtu, 14 Maret 2026 -
PLN UID Lampung Siap Amankan Kelistrikan Ramadan dan Idul Fitri 2026, Siagakan 106 Posko dan Ribuan Personel
Sabtu, 14 Maret 2026 -
Kupas Tuntas Grup Gelar Buka Puasa Bersama, Perkuat Solidaritas dan Adaptasi Media Digital
Sabtu, 14 Maret 2026 -
Antisipasi Mengantuk saat Arus Mudik Lebaran 2026, Pengelola Tol Bakter Gelar Operasi Microsleep
Sabtu, 14 Maret 2026



