• Kamis, 12 Desember 2019

Ini Faktor yang Mempengaruhi Harga Komoditas Tak Stabil di Lampung

Senin, 18 November 2019 - 16.30 WIB - 1

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Kepala Dinas (Kadis) Perkebunan dan Peternakan Provinsi Lampung, Edi Yanto, menyebutkan, bahwa permasalahan petani saat ini adalah persaingan antarkomoditas. Di mana, jika harga karet sedang anjlok, maka pohon karetnya ditebang dan kemudian diganti dengan lada.

“Tetapi, ketika lada murah ditebang lagi, dan diganti sama singkong atau jagung, jadi kan akhirnya tidak pernah stabil," kata dia dalam seminar yang diadakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung, di Gedung PTPN Vll Lampung, Senin (18/11/2019).

Menurutnya, di Provinsi Lampung ini pernah berjaya atas komoditi perkebunan. Namun, persoalannya saat ini ada di sisi tanah tempat untuk produksi kemudian masalah modal.

"Persoalan kita sekarang yaitu dari sisi perkebunannya yang sudah semakin kecil sehingga produksi sedikit. Kemudian modal, seperti pupuk dan yang lainnya," tuturnya.

Sehingga, kata Edi, ke depan bagaimana caranya petani ini, selain juga diberikan modal dan pupuk tetapi juga diberikan jaminan asuransi.

"Dan ini nantinya kebun-kebun yang sudah tua seperti kebon kopi yang berumur lebih dari 40 tahun, untuk dilakukan rehabilitasi perbaikan terhadap kebun yang sudah tua tadi," jelasnya.

Strategi tersebut, kata dia, tak lain bagaimana untuk menyegarkan kualitas lahan, dan ini nanti penyuluh diberdayakan. "Kita akan menggunakan pendampingan untuk petani. Dan tidak menutup kemungkinan mahasiswa juga kita libatkan, baik itu mahasiswa di Fakultas Pertanian, Hukum dan yang lainnya," ungkapnya.

Ia menambahkan, bahwa kalau sekarang Dinas Perkebunan dan Peternakan menjadi satu, tetapi ke depan akan dipisah. "Supaya kita bekerjanya semakin fokus, maka nanti dipisah Dinas Perkebunan sendiri dan Peternakan sendiri," tandasnya. (Sri)

  • Editor : Oscar Sihotang