143 Atlet Lampung Siap Berlaga di PON Papua 2020
Kamis, 28 November 2019 - 10.53 WIB
61
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung Yusuf Barusman mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima dari Binpres tercatat 143 atlet asal Lampung dinyatakan lolos dan siap berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2020. Seluruh atlet tersebut saat ini sedang dalam pembinaan di masing - masing cabornya.
"Pada PON 2020 Papua menargetkan Lampung masuk 10 besar klasemen akhir," kata Yusuf yang juga Rektor Universitas Bandar Lampung di sela kegiatan training of trainer (ToT) di Lampung Selatan, Rabu (27/11/2019).
Namun demikian, Yusuf Barusman mengatakan semua itu harus dilakukan terencana, sistematis, dan terprogram. Oleh karena itu, semua pihak dan seluruh pengurus olahraga harus bersatu padu untuk menyongsong kejuaraan empat tahunan itu.
Di sisi lain, KONI Lampung menggelar training of trainer (ToT) talent scouting merupakan bagian dari dua agenda besar yang terprogram setelah dilantik kepengurusan baru.
Adapun pelatihan untuk pelatih itu, kata Yusuf Barusman, salah satu tujuannya untuk mencari bibit unggul atau pencarian bakat atlet di daerah.
Ia menjelaskan, pelatihan yang diperuntukkan bagi orang yang diharapkan setelah selesai pelatihan mampu menjadi pelatih dan mencari bibit-bibit unggul sejumlah cabang olahraga.
"Kegiatan ini, memang program kerja KONI Lampung. Ada dua agenda besar sejak di lantik, yaitu PON 2020 Papua, ToT untuk pencarian bakat atlet yang digelar Binpres," kata Ketua Umum KONI Lampung itu menambahkan.
Yusuf menjelaskan, training of trainer (ToT) talent scouting sendiri, dilakukan merujuk dari cabang - cabang olahraga sebelumnya yang minim akan pembinaan atlet di level usia dini terlebih atlet berbakat.
Karena itu, pihaknya meminta dan mendukung agenda yang digelar Binpres. Dengan target mencari atlet berbakat usia dini, untuk dipersiapkan pada PON 2024 dan 2028.
"Tujuan utamanya adalah bukan hanya berbicara untuk Lampung, tapi nasional. Jadi, talent scouting ini harus dilakukan jika mau berprestasi di tingkat dunia. Harus dilakukan kita semu secara bersama - sama. Karena KONI adalah organisasi yang mewadahi atlet prestasi," tegasnya.
Yusuf menambahkan training of trainer talent scouting tidak semua daerah melakukannya. Oleh karena itu, peserta yang sebagian besar guru olahraga patut bersyukur.
"ToT ini tidak semua dilakukan oleh semua provinsi. Dan disini kita akan buat sejarah. Karena jelas, tradisi prestasi di level dunia, merupakan buah pembinaan atlet dari usia dini," katanya menegaskan. (Antara) Berita Lainnya
-
Mahasiswa Universitas Teknokrat Lahirkan Inovasi PLTB Archimedes 3 Sudu untuk Penerangan UMKM Gunung Kunyit
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Istri Bripka Anumerta Arya Supena Bersyukur Kasus Cepat Terungkap
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Kenangan Rekan untuk Bripka Arya Supena, Polisi Baik yang Gugur saat Bertugas
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Perintah Kapolda Lampung Tembak di Tempat Pelaku Begal Tuai Pro dan Kontra
Sabtu, 16 Mei 2026








