• Rabu, 29 Januari 2020

Komunitas YSC Ajak Mahasiswa Ciptakan Sanitasi Sehat

Kamis, 28 November 2019 - 14.41 WIB - 3

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Bandar Lampung masuk tahap memprihatinkan dalam penggunaan air bersih. Hal tersebut disampaikan oleh Ajib Jayadi (Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Kota Bandar Lampung) saat memberi materi tentang Hygiene dan Sanitasi di acara focus group discussion yang digelar komunitas YSC beberapa waktu lalu.

Menurutnya air minum yang aman harus memiliki empat aspek yaitu kuantitas, kualitas, kontinuitas dan keterjangkauan. Selain itu Ajib juga menyampaikan tentang stunting, sanitasi total berbasis masyarakat dan rekomendasi jamban yang nyaman untuk kampus. "Ayo kita bangun sanitasi di kota kita menjadi lebih baik," ajak Ajib kepada peserta diskusi.

Peserta diskusi yang berasal dari kalangan mahasiswa ini terlihat antusias mendengarkan pemaparan dari Ajib Jayadi. Beberapa peserta mengaku toilet di kampusnya belum memenuhi standar sanitasi yang aman dan nyaman bagi mahasiswa.

Materi kedua dilanjutkan oleh Juwendra Asdiansyah, menyampaikan tentang peran pers dalam menyampaikan informasi mengenai sanitasi. Menurut salah satu pemimpin redaksi media daring di Lampung ini isu sanitasi sangat jarang bahkan tidak begitu diberikan tempat di lembaga pers mahasiswa Lampung. "Sanitasi ini bukan isu yang menarik, sehingga sangat jarang diangkat. Sekalinya ada, porsinya hanya sedikit,"jelas Juwendra.

Tidak hanya di pers kampus, menurut Juwe sapaan akrabnya, media umum juga masih sangat kurang dalam memberitakan isu sanitasi. Menurutnya isu sanitasi seharusnya dijadikan laporan utama atau laporan khusus. "Teman-temann pers mempunyai tanggung jawab besar karena merupakan penyambung lidah untuk membuat orang lain terbuka pemikirannya bahwa sanitasi itu penting,"imbuhnya.

Salah satu peserta Mulya Dwi (Poltekes) mengaku acara ini sangat bagus karena diajarkan untuk lebih peduli terhadap lingkungan. "Acara ini penting untuk terus menerus diadakan karna menambah wawasan mengenai sanitasi," jelasnya.

Senada dengan Mulya, Iik (LPM Rotasi UBL) juga menganggap acara ini penting dan berharap bisa dilanjutkan untuk mahasiswa secara umum. " Nanti saya akan diskusikan dengan teman-teman untuk mengangkat isu sanitasi ini dan semoga acara seperti ini akan terus diadakan,"ujarnya.

Acara ini merupakan rangakain dari perhelatan World Toilet Day yang jatuh pada 19/11 lalu yang diselenggarakan oleh Youth With Sanitation Concern (YSC), didukung oleh SNV Indonesia dan Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung dan beberapa lembaga pers. Khorik Istiana selaku ketua YSC berharap pers mahasiswa bisa menjadi kontrol sosial dan mengangkat isu tentang sanitasi. "Karena pers mahasiswa punya peran kontrol sosial, di mana sanitasi kampus menyangkut kepentingan banyak publik. Pers mahasiswa bisa mengangkat sanitasi di kampusnya masing masing," ungkapnya. (Rls)

  • Editor : Mita Wijayanti