Walaupun Sepi, Ini Alasan Pedagang Pasar Bawah Ramayana Tetap Berjualan
Inilah kondisi pasar Bawah Ramayana saat ini.(Foto:Ria)
Bandar Lampung-Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung Adiansyah angkat bicara terkait kondisi pasar bawah ramayana, Bandar Lampung yang saat ini sepi pembeli.
Menurutnya, sepinya pembeli di pasar Ramayana karena posisi pasar tersebut yang berada di bawah.
"Kalau kita lihat, ketika belum dibuat di bawah itu kan rame, nah ketika sudah di bawah kita sendiri sungkan berkunjung ke bawah. Selain itu banyak juga pasar lain di sekitarnya, contoh Kampung Sawah ada pasar tugu, di Kaliawi ada pasar gintung dan Smep. kondisi pasar juga ditengah kota dan masuk ke bawah agak sungkan," ungkapnya.
Adi juga mengatakan, pihaknya sudah bertanya kepada para pedagang, pedangan mengaku mereka bertahan di tempat tersebut karena ada langganan tersendiri, maka dari itu bertahan di sana.
"Dari pejabat juga banyak yang beli di sana karena banyak ikan sungai yang di jual. Kalau untuk relokasi, itu ranah pihak ke tiga, artinya kalau mau dilakukan perubahan akan banyak yang di rubah," kata dia.
Berita Lainnya
-
UIN RIL Siap Sukseskan PON XXIII 2032 di Lampung
Kamis, 09 April 2026 -
Rektor UIN RIL Lantik Kepala Pusat serta Ketua dan Sekretaris Program Studi
Kamis, 09 April 2026 -
Komisi IV DPRD Bandar Lampung Soroti Minimnya Data Infrastruktur Sekolah, Minta Disdik Buat Peta Prioritas
Kamis, 09 April 2026 -
Cegah Kebakaran Akibat Listrik dengan Langkah Sederhana, PLN UID Lampung Bagikan Tips
Kamis, 09 April 2026
Bandar Lampung-Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung Adiansyah angkat bicara terkait kondisi pasar bawah ramayana, Bandar Lampung yang saat ini sepi pembeli.
Menurutnya, sepinya pembeli di pasar Ramayana karena posisi pasar tersebut yang berada di bawah.
"Kalau kita lihat, ketika belum dibuat di bawah itu kan rame, nah ketika sudah di bawah kita sendiri sungkan berkunjung ke bawah. Selain itu banyak juga pasar lain di sekitarnya, contoh Kampung Sawah ada pasar tugu, di Kaliawi ada pasar gintung dan Smep. kondisi pasar juga ditengah kota dan masuk ke bawah agak sungkan," ungkapnya.
Adi juga mengatakan, pihaknya sudah bertanya kepada para pedagang, pedangan mengaku mereka bertahan di tempat tersebut karena ada langganan tersendiri, maka dari itu bertahan di sana.
"Dari pejabat juga banyak yang beli di sana karena banyak ikan sungai yang di jual. Kalau untuk relokasi, itu ranah pihak ke tiga, artinya kalau mau dilakukan perubahan akan banyak yang di rubah," kata dia.
- Penulis :
- Editor :
Berita Lainnya
-
Kamis, 09 April 2026UIN RIL Siap Sukseskan PON XXIII 2032 di Lampung
-
Kamis, 09 April 2026Rektor UIN RIL Lantik Kepala Pusat serta Ketua dan Sekretaris Program Studi
-
Kamis, 09 April 2026Komisi IV DPRD Bandar Lampung Soroti Minimnya Data Infrastruktur Sekolah, Minta Disdik Buat Peta Prioritas
-
Kamis, 09 April 2026Cegah Kebakaran Akibat Listrik dengan Langkah Sederhana, PLN UID Lampung Bagikan Tips








