Walaupun Sepi, Ini Alasan Pedagang Pasar Bawah Ramayana Tetap Berjualan
Inilah kondisi pasar Bawah Ramayana saat ini.(Foto:Ria)
Bandar Lampung-Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung Adiansyah angkat bicara terkait kondisi pasar bawah ramayana, Bandar Lampung yang saat ini sepi pembeli.
Menurutnya, sepinya pembeli di pasar Ramayana karena posisi pasar tersebut yang berada di bawah.
"Kalau kita lihat, ketika belum dibuat di bawah itu kan rame, nah ketika sudah di bawah kita sendiri sungkan berkunjung ke bawah. Selain itu banyak juga pasar lain di sekitarnya, contoh Kampung Sawah ada pasar tugu, di Kaliawi ada pasar gintung dan Smep. kondisi pasar juga ditengah kota dan masuk ke bawah agak sungkan," ungkapnya.
Adi juga mengatakan, pihaknya sudah bertanya kepada para pedagang, pedangan mengaku mereka bertahan di tempat tersebut karena ada langganan tersendiri, maka dari itu bertahan di sana.
"Dari pejabat juga banyak yang beli di sana karena banyak ikan sungai yang di jual. Kalau untuk relokasi, itu ranah pihak ke tiga, artinya kalau mau dilakukan perubahan akan banyak yang di rubah," kata dia.
Berita Lainnya
-
Studium Generale Universitas Islam An Nur Lampung Sukses Digelar, PLN Jaga Keandalan Listrik
Kamis, 28 Mei 2026 -
BKN Sebut 5,2 Juta ASN Tidak Punya Rumah
Kamis, 28 Mei 2026 -
Negara Rugi Rp 857 Miliar Akibat 7 Tambang Ilegal
Kamis, 28 Mei 2026 -
Hadapi Ancaman El Nino, Lampung Bangun 1.200 Irigasi Perpompaan Jaga Ketahanan Pangan
Kamis, 28 Mei 2026
Bandar Lampung-Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung Adiansyah angkat bicara terkait kondisi pasar bawah ramayana, Bandar Lampung yang saat ini sepi pembeli.
Menurutnya, sepinya pembeli di pasar Ramayana karena posisi pasar tersebut yang berada di bawah.
"Kalau kita lihat, ketika belum dibuat di bawah itu kan rame, nah ketika sudah di bawah kita sendiri sungkan berkunjung ke bawah. Selain itu banyak juga pasar lain di sekitarnya, contoh Kampung Sawah ada pasar tugu, di Kaliawi ada pasar gintung dan Smep. kondisi pasar juga ditengah kota dan masuk ke bawah agak sungkan," ungkapnya.
Adi juga mengatakan, pihaknya sudah bertanya kepada para pedagang, pedangan mengaku mereka bertahan di tempat tersebut karena ada langganan tersendiri, maka dari itu bertahan di sana.
"Dari pejabat juga banyak yang beli di sana karena banyak ikan sungai yang di jual. Kalau untuk relokasi, itu ranah pihak ke tiga, artinya kalau mau dilakukan perubahan akan banyak yang di rubah," kata dia.
- Penulis :
- Editor :
Berita Lainnya
-
Kamis, 28 Mei 2026Studium Generale Universitas Islam An Nur Lampung Sukses Digelar, PLN Jaga Keandalan Listrik
-
Kamis, 28 Mei 2026BKN Sebut 5,2 Juta ASN Tidak Punya Rumah
-
Kamis, 28 Mei 2026Negara Rugi Rp 857 Miliar Akibat 7 Tambang Ilegal
-
Kamis, 28 Mei 2026Hadapi Ancaman El Nino, Lampung Bangun 1.200 Irigasi Perpompaan Jaga Ketahanan Pangan








