Pemkab Lamsel Alokasikan 10 Miliar Untuk Beli Lahan Hunian Tetap
Ilustrasi pembangunan hunian tetap.
Lampung Selatan- Tim appraisal untuk pembelian lahan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban tsunami Selat Sunda, masih melakukan proses penilaian.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan, M Darmawan mengatakan, hingga saat ini tim appraisal itu masih melakukan penilaian.
"Tim masih disini, masih melakukan penilaian. Mungkin ada yang kurang atau penambahan," ujarnya, Selasa (10/12).
Ia menyatakan, sedikitnya ada sekitar 20-an lebih bidang tanah milik masyarakat yang dibangun huntap. "Ya, ini harus clear tahun ini," kata M Darmawan.
Mantan Kabbag BMS Setdakab Lampung Selatan itu menerangkan, anggaran untuk pengadaan lahan huntap itu sebesar Rp10 miliar, yang bersumber dari APBD Perubahan TA 2019 Pemkab Lampung Selatan.
"Batas pengajuan di Keuangan (BPKAD) itukan bisa sampai tanggal 20 Desember, kalau untuk pembayaran (ganti) bisa di atas (tanggal) itu, yang pasti masih di tahun ini," terangnya.
Darmawan menambahkan, pihaknya saat ini masih menunggu hasil dari penilaian tim appraisal. Setelah itu, mengelar musyawarah untuk menentukan bentuk penganti kepada pemilik lahan.
"Kalau tidak ada sanggahan, nanti dimusyawarahkan untuk menentukan bentuknya, apakah dalam bentuk uang, lahan (ditempat lain), investasi/penyertaan modal, atau apa. Kalau ganti uang-kan enak, tinggal kita bayarkan," tandasnya.
Diketahui lahan yang akan dijadikan lokasi huntap tersebar di 3 kecamatan meliputi Kecamatan Rajabasa di Desa Kunjir, Waymuli Timur, Banding, Rajabasa dan Waymuli Induk. Sementara di Kecamatan Kalianda terdapat di Desa Maja. Terakhir Kecamatan Sidomulyo terdapat di Desa Suak, dengan total lahan ada sekitar 7 hektar. (*)
Telah terbit di Surat Kabar Harian Kupas Tuntas Edisi Rabu, 11 Desember 2019 berjudul "Awasi Pergantian Tahun"
Berita Lainnya
-
Antrean Truk di Pelabuhan Bakauheni Capai 3 Km, Polisi Terapkan Delay System
Selasa, 31 Maret 2026 -
Lebih dari 1,1 Juta Penumpang Menyeberang di Pelabuhan Bakauheni Selama Operasi Ketupat Krakatau 2026
Senin, 30 Maret 2026 -
Arus Balik H+6 Lebaran 2026 Mulai Melandai, Penyeberangan Bakauheni Tembus 1,1 Juta Penumpang
Minggu, 29 Maret 2026 -
Kapolri: Angka Kecelakaan Saat Mudik Turun 7,8 Persen
Sabtu, 28 Maret 2026








