Jelang Nataru, Harga Telur di Sejumlah Pasar di Bandar Lampung Mulai Naik
Harga telur di Pasar Tempel, Sukarame, mulai mengalami kenaikan bahkan terjadi kelangkaan. Foto: Ria
Bandar Lampung - Menjelang perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru), sejumlah harga kebutuhan pokok seperti telur mulai mengalami kenaikan mencapai Rp3 ribu per kilogram.
Pedagang sembako di Pasar Tempel Sukarame, Tikno, (37), yang juga menjual telur ayam ras, mengaku, membandrol harga telur ayam sebesar Rp24.000 per kilogram. Dengan harga tersebut, keuntungan yang diperolehnya masih terbilang tipis.
"Selama bulan Desember ini sudah beberapa kali mengalami kenaikan, sampai hari ini harga telur sudah mencapai Rp24.000 dari harga yang sebelumnya Rp 21.000," ungkapnya saat ditemui Kupastuntas.co, di tempat dagangannya, Kamis (12/12/2019).
Kenaikan bahan pokok tidak hanya terjadi pada telur, melainkan beras dan minyak juga mengalami kenaikan. "Beras dan minyak juga naik, hanya yang paling tinggi, yaitu harga telur,"jelasnya.
Karena mahalnya harga, kata Tikno, ia pun saat ini hanya stok 5 karpet telur dalam satu hari. Sebab, kalau beli dengan harga yang selangit itu, ia tak bisa membeli barang dagangan lain. "Saya gak berani stok terlalu banyak, terkadang banyak juga pembeli yang gak kebagian,” ujarnya. (*)
Berita Lainnya
-
Mahasiswa Universitas Teknokrat Lahirkan Inovasi PLTB Archimedes 3 Sudu untuk Penerangan UMKM Gunung Kunyit
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Istri Bripka Anumerta Arya Supena Bersyukur Kasus Cepat Terungkap
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Kenangan Rekan untuk Bripka Arya Supena, Polisi Baik yang Gugur saat Bertugas
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Perintah Kapolda Lampung Tembak di Tempat Pelaku Begal Tuai Pro dan Kontra
Sabtu, 16 Mei 2026
Pedagang sembako di Pasar Tempel Sukarame, Tikno, (37), yang juga menjual telur ayam ras, mengaku, membandrol harga telur ayam sebesar Rp24.000 per kilogram. Dengan harga tersebut, keuntungan yang diperolehnya masih terbilang tipis.
"Selama bulan Desember ini sudah beberapa kali mengalami kenaikan, sampai hari ini harga telur sudah mencapai Rp24.000 dari harga yang sebelumnya Rp 21.000," ungkapnya saat ditemui Kupastuntas.co, di tempat dagangannya, Kamis (12/12/2019).
Kenaikan bahan pokok tidak hanya terjadi pada telur, melainkan beras dan minyak juga mengalami kenaikan. "Beras dan minyak juga naik, hanya yang paling tinggi, yaitu harga telur,"jelasnya.
Karena mahalnya harga, kata Tikno, ia pun saat ini hanya stok 5 karpet telur dalam satu hari. Sebab, kalau beli dengan harga yang selangit itu, ia tak bisa membeli barang dagangan lain. "Saya gak berani stok terlalu banyak, terkadang banyak juga pembeli yang gak kebagian,” ujarnya. (*)
- Penulis : Siti Khoiriah
- Editor :
Berita Lainnya
-
Sabtu, 16 Mei 2026Mahasiswa Universitas Teknokrat Lahirkan Inovasi PLTB Archimedes 3 Sudu untuk Penerangan UMKM Gunung Kunyit
-
Sabtu, 16 Mei 2026Istri Bripka Anumerta Arya Supena Bersyukur Kasus Cepat Terungkap
-
Sabtu, 16 Mei 2026Kenangan Rekan untuk Bripka Arya Supena, Polisi Baik yang Gugur saat Bertugas
-
Sabtu, 16 Mei 2026Perintah Kapolda Lampung Tembak di Tempat Pelaku Begal Tuai Pro dan Kontra








