Kecamatan Tegineneng Dipilih Jadi Kawasan Industri Pesawaran
Ilustrasi
Pesawaran--Kawasan Industri Pesawaran (Kitaran) akhirnya telah diresmikan oleh Pemerintah Pusat. Hal ini diungkapkan oleh Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, Kamis (12/12/2019).
"Ya, beberapa waktu lalu Pemerintah pusat telah meresmikan Kawasan Industri Pesawaran atau diaebut Kitaran untuk di Kecamatan Tegineneng," ungkapnya.
Kendati demikian, kata dia, saat ini dirinya belum mau memberikan blue print terhadap lokasi tersebut. "Untuk lahan sudah disiapkan seluas 1200 hektare, tapi untuk tahap awal baru akan digarap seluas 300 hektare dulu yang rencananya akan di ground breaking oleh pak presiden (Jokowi) langsung pada tahun 2020 mendatang," katanya.
"Namun untuk lokasinya belum bisa kita beberkan, karena untuk menghindari kericuhan yang dilakukan oleh spekulan-spekulan tanah, dan yang pasti lahan tersebut bukan merupakan lahan pemukiman warga," timpalnya.
Ditambahkannya, dipilihnya Kecamatan Tegineneng karena lokasinya yang cukup strategis sebagai kawasan industri. "Tegineneng memang sengaja kita pilih, karena sejumlah fasilitas pendukungnya sudah mulai kita penuhi, seperti pintu exit tol, jaringan pipa gas bawah tanah, gardu induk listrik hingga rel kereta double track," tambahnya.
Namun begitu, ia menerangkan, saat ini pihaknya masih menunggu support yang lebih dari Pemerintah Pusat. "Untuk mengembangkan kawasan industri ini, tentunya APBD kita tidak akan mampu, makanya ada opsi sepenuhnya menggunakan APBN atau yang kedua Pemerintah Pusat akan berkolaborasi dengan Badan Usaha, tapi sepertinya akan menggunakan opsi yang kedua," terangnya.
Dikatakannya lebih lanjut, sejauh ini memang pengembangan kawasan industri diluar pulau Jawa memang belum begitu diminati oleh para investor. "Memang sebelumnya pak Jokowi masih fokus untuk pengembangan industri di Pulau Jawa, tentunya karena infrastruktur disana cukup baik, makanya perlu adanya nilai jual lebih untuk pengembangan kawasan industri diluar pulau Jawa, apakah itu infrastrukturnya harus lebih baik, ataupun regulasi terkait kelenturan terhadap pembayaran pajaknya," katanya.
Ia pun berharap pengembangan kawasan industri di Pesawaran dapat berjalan dengan baik, sehingga berdampak pada perekonomian masyarakat sekitar.
Berita Lainnya
-
Kualitas Diakui Global, Minat Siswa Terhadap Kampus Islam Negeri Terus Meningkat
Sabtu, 04 April 2026 -
Aniaya Marbot, Dua Jukir di Bandar Lampung Ditangkap Polisi
Sabtu, 04 April 2026 -
Pemprov Lampung Kembali Salurkan Bantuan Rp1 Juta untuk Jemaah Haji 2026
Sabtu, 04 April 2026 -
Kisah Delitha Inkia Fristky Alumni S1 Manajemen Universitas Teknokrat Indonesia Jajaki Karir di Perbankan
Sabtu, 04 April 2026
Pesawaran--Kawasan Industri Pesawaran (Kitaran) akhirnya telah diresmikan oleh Pemerintah Pusat. Hal ini diungkapkan oleh Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, Kamis (12/12/2019).
"Ya, beberapa waktu lalu Pemerintah pusat telah meresmikan Kawasan Industri Pesawaran atau diaebut Kitaran untuk di Kecamatan Tegineneng," ungkapnya.
Kendati demikian, kata dia, saat ini dirinya belum mau memberikan blue print terhadap lokasi tersebut. "Untuk lahan sudah disiapkan seluas 1200 hektare, tapi untuk tahap awal baru akan digarap seluas 300 hektare dulu yang rencananya akan di ground breaking oleh pak presiden (Jokowi) langsung pada tahun 2020 mendatang," katanya.
"Namun untuk lokasinya belum bisa kita beberkan, karena untuk menghindari kericuhan yang dilakukan oleh spekulan-spekulan tanah, dan yang pasti lahan tersebut bukan merupakan lahan pemukiman warga," timpalnya.
Ditambahkannya, dipilihnya Kecamatan Tegineneng karena lokasinya yang cukup strategis sebagai kawasan industri. "Tegineneng memang sengaja kita pilih, karena sejumlah fasilitas pendukungnya sudah mulai kita penuhi, seperti pintu exit tol, jaringan pipa gas bawah tanah, gardu induk listrik hingga rel kereta double track," tambahnya.
Namun begitu, ia menerangkan, saat ini pihaknya masih menunggu support yang lebih dari Pemerintah Pusat. "Untuk mengembangkan kawasan industri ini, tentunya APBD kita tidak akan mampu, makanya ada opsi sepenuhnya menggunakan APBN atau yang kedua Pemerintah Pusat akan berkolaborasi dengan Badan Usaha, tapi sepertinya akan menggunakan opsi yang kedua," terangnya.
Dikatakannya lebih lanjut, sejauh ini memang pengembangan kawasan industri diluar pulau Jawa memang belum begitu diminati oleh para investor. "Memang sebelumnya pak Jokowi masih fokus untuk pengembangan industri di Pulau Jawa, tentunya karena infrastruktur disana cukup baik, makanya perlu adanya nilai jual lebih untuk pengembangan kawasan industri diluar pulau Jawa, apakah itu infrastrukturnya harus lebih baik, ataupun regulasi terkait kelenturan terhadap pembayaran pajaknya," katanya.
Ia pun berharap pengembangan kawasan industri di Pesawaran dapat berjalan dengan baik, sehingga berdampak pada perekonomian masyarakat sekitar.
- Penulis :
- Editor :
Berita Lainnya
-
Sabtu, 04 April 2026Kualitas Diakui Global, Minat Siswa Terhadap Kampus Islam Negeri Terus Meningkat
-
Sabtu, 04 April 2026Aniaya Marbot, Dua Jukir di Bandar Lampung Ditangkap Polisi
-
Sabtu, 04 April 2026Pemprov Lampung Kembali Salurkan Bantuan Rp1 Juta untuk Jemaah Haji 2026
-
Sabtu, 04 April 2026Kisah Delitha Inkia Fristky Alumni S1 Manajemen Universitas Teknokrat Indonesia Jajaki Karir di Perbankan








