Kadin Sebut Tarif Tol TBPPKA Terlalu Tinggi
Yuria Putra Tubarad. Foto: Ist
Bandar Lampung-Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Lampung menilai tarif ruas tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (TBPPKA) terlalu tinggi. Kadin berharap, penerapan tarif tol dilakukan secara bertahap, karena saat ini kondisi ekonomi di Lampung sedang lesu.
Diketahui, Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (TBPPKA) akan resmi mulai berbayar pada Senin (6/1) pukul 00.00 WIB.
Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Lampung, Yuria Tubarat berharap penerapan tarif tol bisa dilakukan secara bertahap, mengingat kondisi perekonomian Lampung yang saat ini sedang lesu.
"Dalam penetapan tarif tol itu pemerintah sebenarnya sudah mengkaji situasi yang terjadi di tengah masyarakat. Cuma kita berharap jangan tiba-tiba tarif itu tinggi lah," ujar Yuria, kemarin.
Ia menyarankan, pemerintah di dalam penentuan tarif tol sebaiknya juga merujuk pada kemampuan ekonomi. “Kalaupun sudah ada target, kita minta dilakukan secara bertahap supaya tumbuh berjalan. Melihat situasi ekonomi kita yang masih begini," tandasnya.
Meski begitu, Yuria mengakui, bagi dunia usaha adanya jalan tol menjadi alternatif distribusi barang. Namun, kata dia, hanya tinggal tergantung minat masing-masing pelaku usaha, apakah mau menggunakan jalan tol atau tetap memilih jalan arteri.
"Tinggal dia menghitung mampu tidak dia kalau masuk tol. Kalau tidak ya bisa menggunakan jalan arteri. Tergantung yang bersangkutan," tukasnya.
Yang terpenting, lanjut dia, adanya jalan tol ini mampu memberi dampak ekonomi terhadap masyarakat di daerah yang dilewati tol tersebut.
"Adanya tol itu dapat meningkatkan pendapatan masyarakat terutama UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). Maka dengan berlakunya tarif tol ini harapannya akan mempercepat fasilitas pendukung jalan tol seperti rest area dan fasilitas lainnya," ungkapnya. (*)
Berita Lainnya
-
Lewat Apresiasi PLN Mobile, PLN UID Lampung Perkuat Engagement Pelanggan
Selasa, 21 April 2026 -
Dukung Program Sabuk Kamtibmas, Dirbinmas Polda Lampung Gelar Forum Silaturahmi Kamtibmas
Selasa, 21 April 2026 -
Dirbinmas Polda Lampung Gelar Forum Silaturahmi Kamtibmas, Kombes Pol Indra Napitupulu Tekankan Sinergi Jaga Kondusivitas
Selasa, 21 April 2026 -
Hari Kartini 2026, Kostiana: Momentum Penguatan Peran Perempuan dalam Pembangunan Daerah
Selasa, 21 April 2026
Diketahui, Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (TBPPKA) akan resmi mulai berbayar pada Senin (6/1) pukul 00.00 WIB.
Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Lampung, Yuria Tubarat berharap penerapan tarif tol bisa dilakukan secara bertahap, mengingat kondisi perekonomian Lampung yang saat ini sedang lesu.
"Dalam penetapan tarif tol itu pemerintah sebenarnya sudah mengkaji situasi yang terjadi di tengah masyarakat. Cuma kita berharap jangan tiba-tiba tarif itu tinggi lah," ujar Yuria, kemarin.
Ia menyarankan, pemerintah di dalam penentuan tarif tol sebaiknya juga merujuk pada kemampuan ekonomi. “Kalaupun sudah ada target, kita minta dilakukan secara bertahap supaya tumbuh berjalan. Melihat situasi ekonomi kita yang masih begini," tandasnya.
Meski begitu, Yuria mengakui, bagi dunia usaha adanya jalan tol menjadi alternatif distribusi barang. Namun, kata dia, hanya tinggal tergantung minat masing-masing pelaku usaha, apakah mau menggunakan jalan tol atau tetap memilih jalan arteri.
"Tinggal dia menghitung mampu tidak dia kalau masuk tol. Kalau tidak ya bisa menggunakan jalan arteri. Tergantung yang bersangkutan," tukasnya.
Yang terpenting, lanjut dia, adanya jalan tol ini mampu memberi dampak ekonomi terhadap masyarakat di daerah yang dilewati tol tersebut.
"Adanya tol itu dapat meningkatkan pendapatan masyarakat terutama UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). Maka dengan berlakunya tarif tol ini harapannya akan mempercepat fasilitas pendukung jalan tol seperti rest area dan fasilitas lainnya," ungkapnya. (*)
- Penulis : Erik Handoko
- Editor :
Berita Lainnya
-
Selasa, 21 April 2026Lewat Apresiasi PLN Mobile, PLN UID Lampung Perkuat Engagement Pelanggan
-
Selasa, 21 April 2026Dukung Program Sabuk Kamtibmas, Dirbinmas Polda Lampung Gelar Forum Silaturahmi Kamtibmas
-
Selasa, 21 April 2026Dirbinmas Polda Lampung Gelar Forum Silaturahmi Kamtibmas, Kombes Pol Indra Napitupulu Tekankan Sinergi Jaga Kondusivitas
-
Selasa, 21 April 2026Hari Kartini 2026, Kostiana: Momentum Penguatan Peran Perempuan dalam Pembangunan Daerah








