Peningkatan Tinggi Gelombang di Perairan Laut Lampung Capai 2,5 Hingga 4 meter, Nelayan Diminta Waspada
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Harianto. Foto: Sulaiman/Kupastuntas.co
Bandar Lampung - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) provinsi Lampung meperkirakan akan terjadi ngolombang tinggi setinggi 2,5 sampai 4 meter di perairan laut Lampung. Hal tersebut disebabkan peningkatan curah hujan dan intensitas angin yang tinggi mempengaruhi ketinggian gelombang di perairan laut Lampung.
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Lampung Rudi Harianto mengatakan, selama tiga hari ke depan akan terjadi peningkatan tinggi gelombang di wilayah pesisir Lampung, khususnya Selat Sunda bagian selatan. Dengan perkiraan mencapai ketinggian 2,5 meter. Sementara Selat Sunda bagian barat yang berhubungan dengan daratan pesisir Lampung dan Tanggamus diperkirakan mencapai 4 meter.
"Dengan gelombang tersebut, kami mengimbau bagi nelayan tradisional harus ekstra waspada terhadap peningkatan gelombang. Karena kalau untuk kapal besar ketinggian gelombang akan terasa biasa," ungkapnya saat ditemui di kantornya, Kamis (09/01/2020)
Ia juga mengatakan, BMKG memberikan informasi ini, guna masyarakat serta Pemerintah daerah (pemda) mampu mengantisipasi kemungkinan dampak dari cuaca saat ini.
"Semoga pihak yang berkepentingan baik pemda maupun perorangan, bisa bijak menerima informasi, agar kita bisa mengetahui apa yang harus dilakukan serta evakuasi apa yang harus dilakukan, sehingga meminimalisir dari dampak bencana dari prediksi cuaca yang diberikan," kata dia. (*)
Berita Lainnya
-
RS Urip Sumoharjo Terima Kunjungan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan RI
Jumat, 10 April 2026 -
Berturut-Turut, Universitas Teknokrat Indonesia Raih PTS Terbaik Versi UniRank 2026
Jumat, 10 April 2026 -
Tembus 3 Semester, Lulusan Perdana MBI Universitas Teknokrat Indonesia Diuji Penguji Nasional hingga Internasional
Jumat, 10 April 2026 -
Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Kunjungi RSUD Abdul Moeloek
Jumat, 10 April 2026








