Pencari Rumput di Lampung Timur Jadi Korban Amukan Gajah Liar
Ependi menjadi korban amukan gajah liar di Rawa Crek pinggir hutan TNWK yang berbatasan dengan perusahaan GGP, Kamis, 16 Januari 2020 sekitar pukul 17.30 WIB. Foto: Ist
Lampung Timur - Seorang pencari rumput bernama Ependi (35) warga Desa Rajabasalama Satu, Kecamatan Labuhanratu, saat ini masih dirawat di salah satu Rumah Sakit di Kota Metro lantaran diserang gajah liar. Peristiwa terjadi di Rawa Crek pinggir hutan TNWK yang berbatasan dengan perusahaan GGP, Kamis, 16 Januari 2020 sekitar pukul 17.30 WIB.
Namun nasib baik masih berpihak kepada Ependi karena jiwanya tertolong oleh rombongan satuan pengamanan (satpam) perusahan PT GGP.
"Korban sudah diinjak-injak oleh gajah liar namun sempat melarikan diri, empat ekor gajah liar masih terus memburu korban," kata satpam GGP Kodri.
Saat ditemukan Ependi tampak trauma dan bersembunyi di semak-semak di areal tanaman nanas perusahaan GGP.
Melihat pencari rumput tersebut merasa kesakitan, sejurus rombongan satpam melarikan Ependi ke rumah sakit.
Lantas Kodri bercerita sekitar pukul 16.00 WIB Ependi pulang dengan membawa rumput pakan ternak (sapi). Tiba di lokasi Rawa Crek, Efendi kepergok empat gajah liar.
"Saat kepergok empat gajah liar, Ependi tak berkutik, sepeda motor korban langsung ditanduk gajah," ujar Kodri.
Info yang didapat Kupastuntas.co, hingga saat ini korban masih dirawat di salah satu rumah sakit, di Kota Metro, belum diketahui pasti luka Ependi. (*)
Berita Lainnya
-
Presiden Prabowo Kucurkan Rp839 Miliar Tangani Konflik Manusia dan Gajah di Way Kambas
Sabtu, 14 Maret 2026 -
Prabowo Siapkan Banpres Bangun Pagar di Way Kambas, Redam Konflik Gajah dan Warga
Jumat, 13 Maret 2026 -
Usai Tembak Teman Saat Main Kartu, Pemuda di Lampung Timur Menyerahkan Diri ke Polisi
Kamis, 12 Maret 2026 -
Petani Was Was Harga Gabah Anjlok Rp 4.500 per Kg di Lampung Timur
Selasa, 02 April 2024



