• Sabtu, 29 Februari 2020

Terkait Debu Bungkil Sawit di Lahan Eks PT Andatu, Walhi Minta Ketegasan Pemkot

Minggu, 19 Januari 2020 - 21.00 WIB - 9

Ilustrasi

Bandar Lampung-Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Lampung meminta Pemerintah Kota (Pemkot) tegas menindaklanjuti keluhan warga Way Lunik terkait adanya PT.NNT yang berada di lahan Eks PT Andatu yang diduga melakukan pencemaran lingkungan, stokpile bungkil sawit.

 

Terlebih Pihak perusaahaan pun tidak hadir pada saat hearing (rapat dengar pendapat) bersama warga kelurahan setempat di Komisi III DPRD Bandar Lampung, Jum’at (16/1) lalu.

 

Direktur Walhi Lampung, Irfan Tri Musri mengatakan, pihaknya meminta ketegasan Pemkot untuk meninjau ulang lagi tata letak sampai pengelolaan limbah tersebut.

“Kalau sampai warga yang terkena imbasnya, berarti ada yang tidak beres dengan keberadaan lingkungan perusahaan tersebut, harus dicek lagi penempatan lokasinya,”kata Irfan, Minggu (19/1).

 

Ia menjelaskan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bandar Lampung harus tegas untuk mengecek sudah sampai mana tingkat pencemaran pembuangan limbah perusahaan tersebut.

“Sehingga jangan sampai perusahaan itu mengeruk keutungan saja, namun yang terbebani masyarakat,”ucapnya.

 

Sementara itu, Sekretaris Komisi III DPRD Bandar Lampung akan melakukan penjadwalan ulang untuk hearing bersama PT.NNT.

 

“Kita akan panggil ulang, setelah ada jadwal dari pimpinan nanti kita infokan ke kawan-kawan media, hari apa hearing lanjutannya,” jelasnya.

 

Sementara, Rusdi, Ketua RT05 Kampung Fery, Srengsem, Bandarlampung, juga mengaku kecewa atas sikap managemen bungkil.

 

 “Jelas lah pak kami warga kecewa, kami datang ke sini minta solusi atas masalah kami, kasian pak kami ini, dampak debu sawit itu, mencemari udara di tempat kami, mana bau nya busuk, kalau yang batuk-batuk itu sudah pasti ada, kami mau ngadu kemana lagi pak,” ujar Rusdi, dengan nada lirih.

 

Diketahui, perusahaan PT.NNT yang melalukan operasional stock pile bungkil sawit di lokasi Eks. PT. Andatu, diduga melalukan pencemaran lingkungan, menyebabkan bau busuk serta gatal-gatal, sehingga membuat resah warga Kelurahan Srengsem, Panjang.

 

Menurut Rusdi, warga sekitaran Kelurahan Srengsem dan Batu Srampok, Panjang, hampir semua terkena dampak dari debu bungkil sawit tersebut. Selain berakibat pada kesehatan, seperti batuk-filek, warga juga mengalami gangguan kesehatan kulit dan air yang keruh terkena debu bungkil. “Banyak ibu-ibu yang terkena bentol-bentol, debu bungkil ini gatel, debunya masuk rumah, pasti kena air dan makanan,” ucapnya.

 

Ditambahkannya, limbah bungkil sawit ini sangat menganggu pernapasan warga sekitar. Debu kalau kena mata pedih, air sumur warga bau, dan belatungan.(*)
  • Editor : Herwanda Pratama