Miris, Hanya Karena Izin Dampingi Anak Operasi, Pegawai Kesbangpol Ini Tak Terima Gaji Sampai 6 Bulan
Kantor Kesbangpol Lambar.Foto:Ist
Lampung Barat-Sikap arogansi ditunjukkan Kepala Kesbangpol kabupaten Lampung Barat, Muzakar terhadap stafnya, Merah Bangsawan yang juga Kasi Kesatuan Bangsa di kantor Kesabangpol ini.
Berdasarkan cerita yang diutarakan Merah Bangsawan kepada Kupastuntas.co, dirinya pernah diajak Muzakar berkelahi, dikarenakan dirinya sempat izin tidak masuk kantor selama tiga hari.
Padahal ketika itu Merah izin bukan tanpa alasan, melainkan karena buah hati kesayangannya yang masih duduk di bangku sekolah menderita sakit kelenjar pada leher, sehingga harus dilakukan operasi dan dirawat selama tiga hari di rumah sakit.
"Tepatnya pada bulan Juli 2019 yang lalu, puteri saya menderita penyakit kelenjar sehingga dokter mengambil tindakan operasi. Diwaktu itulah saya megambil izin selama tiga hari untuk mendampingi puteri saya operasi, namun ketika saya kembali masuk kantor malah pak Muzakar marah-marah bahkan mengajak saya berkelahi ," kata Merah, Rabu (22/01/2020) malam.
"Kami sempat adu mulut dan nyaris berkelahi, tapi syukur ada salah satu staf di kantor yang melerai ketika itu sehingga adu fisik pun terhindarkan. Sebelumnya sudah saya beri pejelasan mengapa saya izin, tapi memang watak nya seperti itu (arogan)," sambung Merah.
Tidak hanya sampai disitu, jelas Merah, setelah kejadian tersebut hingga saat ini gajinya ditahan oleh Muzakar tanpa alasan.
"Sudah enam bulan ini saya tidak menerima gaji karena di tahan oleh pak Muzakar. Saya tidak tahu alasannya mengapa, mungkin ini bagian dari peristiwa enam bulan yang lalu pasca saya izin," ungkap Merah.
Perlu juga di ketahui papar Merah, Muzakar juga diduga memalsukan laporan pertanggungjawaban semua kegiatan yang ada di bidangnya.
"Semenjak itu, saya tidak pernah dilibatkan lagi dalam semua kegiatan. Tapi memang waktu kami adu mulut dia (Muzakar) sempat mengutarakan tidak akan mencairkan semua kegiatan yang ada dibidang saya. Dan itu terjadi sepanjang enam bulan terakhir ini," paparnya.
"Ternyata semua kegiatan yang ada di bidang saya tetap jalan, tapi saya tidak pernah terlibat dan menandatangani SPJ yang memang hak saya. Jadi kuat dugaan itu dipalsukan. Saya siap jika harus di periksa oleh aparat penegak hukum karena saya merasa tidak melakukan kegiatan tersebut," pungkasnya.
Mengenai pengakuan staf nya ini, Muzakar belum memberikan keterangan, dicoba dihubungi melalui sambungan cellulernya, Muzakar tidak merespon meskipun ponselnya dalam keadaan aktif. (*)Berita Lainnya
-
Kesbangpol Lampung Barat Buka Pendaftaran Paskibraka 2026, Ini Syarat dan Jadwal Lengkapnya
Jumat, 13 Februari 2026 -
Ancaman Bencana Mengintai, ASN Lampung Barat Didorong Jadi Garda Terdepan Jaga Lingkungan
Jumat, 13 Februari 2026 -
Anggaran Dipangkas Rp 167 Miliar, Bupati Lambar Tegaskan Infrastruktur, Kesehatan dan Pendidikan Tetap Prioritas
Kamis, 12 Februari 2026 -
Proyek Irigasi Rp37,7 M di Lampung Barat Diduga Belum Kantongi Dokumen Lingkungan Lengkap
Kamis, 12 Februari 2026
Berdasarkan cerita yang diutarakan Merah Bangsawan kepada Kupastuntas.co, dirinya pernah diajak Muzakar berkelahi, dikarenakan dirinya sempat izin tidak masuk kantor selama tiga hari.
Padahal ketika itu Merah izin bukan tanpa alasan, melainkan karena buah hati kesayangannya yang masih duduk di bangku sekolah menderita sakit kelenjar pada leher, sehingga harus dilakukan operasi dan dirawat selama tiga hari di rumah sakit.
"Tepatnya pada bulan Juli 2019 yang lalu, puteri saya menderita penyakit kelenjar sehingga dokter mengambil tindakan operasi. Diwaktu itulah saya megambil izin selama tiga hari untuk mendampingi puteri saya operasi, namun ketika saya kembali masuk kantor malah pak Muzakar marah-marah bahkan mengajak saya berkelahi ," kata Merah, Rabu (22/01/2020) malam.
"Kami sempat adu mulut dan nyaris berkelahi, tapi syukur ada salah satu staf di kantor yang melerai ketika itu sehingga adu fisik pun terhindarkan. Sebelumnya sudah saya beri pejelasan mengapa saya izin, tapi memang watak nya seperti itu (arogan)," sambung Merah.
Tidak hanya sampai disitu, jelas Merah, setelah kejadian tersebut hingga saat ini gajinya ditahan oleh Muzakar tanpa alasan.
"Sudah enam bulan ini saya tidak menerima gaji karena di tahan oleh pak Muzakar. Saya tidak tahu alasannya mengapa, mungkin ini bagian dari peristiwa enam bulan yang lalu pasca saya izin," ungkap Merah.
Perlu juga di ketahui papar Merah, Muzakar juga diduga memalsukan laporan pertanggungjawaban semua kegiatan yang ada di bidangnya.
"Semenjak itu, saya tidak pernah dilibatkan lagi dalam semua kegiatan. Tapi memang waktu kami adu mulut dia (Muzakar) sempat mengutarakan tidak akan mencairkan semua kegiatan yang ada dibidang saya. Dan itu terjadi sepanjang enam bulan terakhir ini," paparnya.
"Ternyata semua kegiatan yang ada di bidang saya tetap jalan, tapi saya tidak pernah terlibat dan menandatangani SPJ yang memang hak saya. Jadi kuat dugaan itu dipalsukan. Saya siap jika harus di periksa oleh aparat penegak hukum karena saya merasa tidak melakukan kegiatan tersebut," pungkasnya.
Mengenai pengakuan staf nya ini, Muzakar belum memberikan keterangan, dicoba dihubungi melalui sambungan cellulernya, Muzakar tidak merespon meskipun ponselnya dalam keadaan aktif. (*)- Penulis : Iwan Irawan
- Editor :
Berita Lainnya
-
Jumat, 13 Februari 2026Kesbangpol Lampung Barat Buka Pendaftaran Paskibraka 2026, Ini Syarat dan Jadwal Lengkapnya
-
Jumat, 13 Februari 2026Ancaman Bencana Mengintai, ASN Lampung Barat Didorong Jadi Garda Terdepan Jaga Lingkungan
-
Kamis, 12 Februari 2026Anggaran Dipangkas Rp 167 Miliar, Bupati Lambar Tegaskan Infrastruktur, Kesehatan dan Pendidikan Tetap Prioritas
-
Kamis, 12 Februari 2026Proyek Irigasi Rp37,7 M di Lampung Barat Diduga Belum Kantongi Dokumen Lingkungan Lengkap









