Gadis Penderita Tumor Tiga Kali Pindah Rujukan Rumah Sakit

Selvina (8) penderita tumor jinak di kaki kini tinggal di rumah singgah yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi Lampung. Foto: Ist
Way Kanan-Selvina (8) penderita tumor jinak di kaki asal Kampung Way Tuba, Kecamatan Way Tuba, Kabupaten Way Kanan harus mengalami beberapa kali pindah rujukan rumah sakit di Bandar Lampung.
Sudah 3 bulan ini, Selvina Septia bersama keluarganya terlunta-lunta di Bandar Lampung. Beruntungnya, keluarga tersebut kini dapat tinggal di rumah singgah yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi Lampung di depan Rumah Sakit DKT.
Akibat tumor di kaki Selvina itu, sebagian jari-jari kakinya kadang tertutup bengkaknya tumor. Sehingga gadis kecil itu tidak dapat berjalan normal.
Vincensius (52), ayah Selvina mengatakan anaknya sudah tiga kali pindah rujukan rumah sakit. Pertama di Rumah Sakit Bintang Amin, lalu pindah ke Rumah Sakit Urip Soemoharjo, dan terakhir ini di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek.
"Anaka saya ditangani oleh dokter bedah onkologi dianjurkan untuk di Computerized Tomography Scan (CT Scan) kontras sebelum dilakukan tindakan operasi. Alat ini hanya berada di RSUD t Abdul Moeloek. Tapi ternyata alatnya rusak, jadi kami pindah ke Rumah Sakit Bintang Amin, ternyata di sana juga alatnya rusak. Dan akhirnya keluarga memutuskan untuk scan ke klinik Dokter Iren, tapi tetap tidak bisa karena anak saya masih di bawah umur, kata dokter di sana," ungkapnya, Kamis (23/1/2020).
Vincensius melanjutkan, setelah kami kembali menghadap Dokter Bintang, akhirnya menyarankan untuk scan biasa saja di Rumah Sakit Urip. “Ini kan buat kami bingung, kami berada di sini sudah hampir 3 bulan, bagaimana saya mau mencari uang yang ada keluar uang terus untuk biaya makan dan transportasi ke mana-mana, belum untuk biaya scan di luar itu. Apa lagi saya hanya bekerja sebagai buruh serabutan kalau malam ngojek,” ungkapnya.
"Saya juga khawatir setelah operasi nanti masalah tumornya masih perlu perawatan intensif, ini yang membuat saya bingung bagaimana pengobatan anak saya ini selanjutnya. Apalagi selama tiga bulan ini belum ada tindakan serius dari dokter untuk anak saya, gimana mau operasi dan menghilangkan tumornya tiap datang diminta scan, pas mau scan alatnya rusak terus," ujarnya. (*)
Berita Lainnya
-
Kasus Oknum TNI Tembak 3 Polisi di Way Kanan Segera Disidangkan
Kamis, 01 Mei 2025 -
Marak Pos Pungli Truk Batu Bara di Way Kanan, Polres-Forkompimda Bahas Strategi Penindakan
Kamis, 01 Mei 2025 -
Warga Banjit dan Baradatu Keluhkan Jalan Rusak di Tengah HUT ke-26 Kabupaten Way Kanan
Minggu, 27 April 2025 -
Bawaslu Way Kanan Kembalikan Sisa Dana Hibah Pilkada 2024 Sebesar Rp 1,6 Miliar
Kamis, 24 April 2025
Sudah 3 bulan ini, Selvina Septia bersama keluarganya terlunta-lunta di Bandar Lampung. Beruntungnya, keluarga tersebut kini dapat tinggal di rumah singgah yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi Lampung di depan Rumah Sakit DKT.
Akibat tumor di kaki Selvina itu, sebagian jari-jari kakinya kadang tertutup bengkaknya tumor. Sehingga gadis kecil itu tidak dapat berjalan normal.
Vincensius (52), ayah Selvina mengatakan anaknya sudah tiga kali pindah rujukan rumah sakit. Pertama di Rumah Sakit Bintang Amin, lalu pindah ke Rumah Sakit Urip Soemoharjo, dan terakhir ini di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek.
"Anaka saya ditangani oleh dokter bedah onkologi dianjurkan untuk di Computerized Tomography Scan (CT Scan) kontras sebelum dilakukan tindakan operasi. Alat ini hanya berada di RSUD t Abdul Moeloek. Tapi ternyata alatnya rusak, jadi kami pindah ke Rumah Sakit Bintang Amin, ternyata di sana juga alatnya rusak. Dan akhirnya keluarga memutuskan untuk scan ke klinik Dokter Iren, tapi tetap tidak bisa karena anak saya masih di bawah umur, kata dokter di sana," ungkapnya, Kamis (23/1/2020).
Vincensius melanjutkan, setelah kami kembali menghadap Dokter Bintang, akhirnya menyarankan untuk scan biasa saja di Rumah Sakit Urip. “Ini kan buat kami bingung, kami berada di sini sudah hampir 3 bulan, bagaimana saya mau mencari uang yang ada keluar uang terus untuk biaya makan dan transportasi ke mana-mana, belum untuk biaya scan di luar itu. Apa lagi saya hanya bekerja sebagai buruh serabutan kalau malam ngojek,” ungkapnya.
"Saya juga khawatir setelah operasi nanti masalah tumornya masih perlu perawatan intensif, ini yang membuat saya bingung bagaimana pengobatan anak saya ini selanjutnya. Apalagi selama tiga bulan ini belum ada tindakan serius dari dokter untuk anak saya, gimana mau operasi dan menghilangkan tumornya tiap datang diminta scan, pas mau scan alatnya rusak terus," ujarnya. (*)
- Penulis :
- Editor :
Berita Lainnya
-
Kamis, 01 Mei 2025
Kasus Oknum TNI Tembak 3 Polisi di Way Kanan Segera Disidangkan
-
Kamis, 01 Mei 2025
Marak Pos Pungli Truk Batu Bara di Way Kanan, Polres-Forkompimda Bahas Strategi Penindakan
-
Minggu, 27 April 2025
Warga Banjit dan Baradatu Keluhkan Jalan Rusak di Tengah HUT ke-26 Kabupaten Way Kanan
-
Kamis, 24 April 2025
Bawaslu Way Kanan Kembalikan Sisa Dana Hibah Pilkada 2024 Sebesar Rp 1,6 Miliar