• Sabtu, 29 Februari 2020

Kian Meruncing, Giliran Istri Merah Bangsawan Bantah Pernyataan Muzakar

Kamis, 23 Januari 2020 - 14.45 WIB - 1.6k

Asnawati, istriMerah Bangsasan. Foto: Ist/Kupastuntas.co

Lampung Barat - Polemik yang terjadi di kantor Kesbangpol Kabupaten Lampung Barat yang menyeret nama Kepala Kesbangpol Muzakar dan Merah Bangsawan selaku Kasi Kesatuan Bangsa kian meruncing. Pasalnya masing-masing pihak saling membantah.

Jika sebelumnya Muzakar yang membantah pernyataan Merah Bangsawan terkait penahanan gaji dan pembuatan Spj fiktif oleh Muzakar yang dilontarkan Merah Bangsawan ke beberapa media, kini giliran Asnawati atau istri Merah Bangsawan yang membentah pernyataan Muzakar.

"Perlu diluruskan bahwa saya tidak pernah menyaksikan suami saya menandatangani surat pernyataan seperti yang disampaikan pak Muzakar di berita Kupastuntas.co, saya memang pernah dipanggil oleh pak Muzakar, tapi saya sendiri, tidak dengan suami saya, waktu itu pak Muzakar menanyakan kenapa suami saya tidak masuk kantor," kata Asnawati kepada Kupastuntas.co, Kamis siang, (23/01/2020).

Selain itu kata Asnawati, terkait pernyataan Muzakar yang mengatakan jika dirinya kaget bahwa suaminya jarang masuk kantor itu juga bohong atau fitnah, karena ketika dipanggil Muzakar, Asnawati mengaku menjelaskan jika suaminya tidak masuk karena masih dalam keadaan sakit dan waktu itu masih berobat jalan di Bandar Lampung.

"Jadi ketika itu waktu saya dipanggil saya mengatakan bahwa suami saya masih berobat di Bandar Lampung karena pihak rumah sakit menyatakan jika suami saya menderita penyakit maag kronis, makanya kami bolak balik Liwa-Bandar Lampung untuk berobat sehingga suami saya tidak bisa masuk kantor. Kami juga membuat surat pemberitahuan ke kantor ketika itu," ungkap Asnawati.

Ditanya terkait persoalan ini, Asnawati mengaku miris dengan apa yang menimpa suaminya, mengingat dirinya juga berprofesi sebagai ASN di lingkungan Pemkab Lampung Barat dan sudah sering gonta-ganti pimpinan, tapi belum pernah bertemu dengan pimpinan seperti Muzakar, akunya.

"Satu hal juga yang harus kalian ketahui bahwasanya pak Muzakar juga berbohong mengatakan jika gaji suami saya ditahan bendahara. Kami punya surat pernyataan dari bendahara bahwa yang pegang gaji suami saya adalah pak Muzakar bukan bendahara, surat pernyataan ini ditandatangani bendahara bermaterai 6000, jadi bukan main-main. Suami saya juga tidak pernah menerima ketiga surat teguran tertulis dari Kesbangpol seperti pengakuan pak Muzakar, keluhnya. (*)

  • Editor : Mita Wijayanti