• Sabtu, 29 Februari 2020

Mobil Damkar Pesawaran Terguling Saat Hendak Salurkan Bantuan Korban Banjir

Kamis, 23 Januari 2020 - 08.36 WIB - 85

mobil Damkar Kabupaten Pesawaran yang akan mendistribusikan air bersih, mengalami kecelakaan lalu lintas di Dusun Penengahan, Desa Gedong Tataan, Kamis (23/1/2020). Foto: Ist

Pesawaran - Mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) milik pemerintah Kabupaten Pesawaran dengan nomor polisi BE 9042 RZ mengalami kecelakaan lalulintas di Dusun Penengahan, Desa Gedong Tataan, Kamis (23/1/2020). Menurut salah satu petugas Damkar yang berada di dalam mobil tersebut terguling saat hendak menyalurkan bantuan air bersih untuk korban banjir. Kecelakaan itu terjadi saat supir berusaha menghindari sepeda motor yang melintas. "Kami hendak memberikan bantuan air bersih untuk korban banjir di Desa Bagelen, tapi tadi kami ketika melintas menghindari sebuah sepeda motor, sehingga mobilnya terguling," ungkapnya. 

Kendati demikian, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. "Kami bersyukur tidak ada korban jiwa, tapi hanya luka ringan saja," ucapnya singkat. 

Diberitakan sebelumnya, hujan yang mengguyur sebagian wilayah di Kecamatan Gedongtataan, sejak  Rabu (22/1) sore hingga Kamis (23/1) dini hari mengakibatkan banjir di Desa Bagelen, Kecamatan Gedongtataan.

"Air sudah mulai naik dari kali ke permukiman warga itu sekitar pukul 01.00 WIB, dan datangnya juga tiba-tiba, tapi alhamdulillah tidak ada korban jiwa sampai dengan saat ini, karena warga sudah siap siaga karena kejadian ini pernah dihadapi juga oleh masyarakat beberapa tahun lalu," jelas kepala Desa Bagelen Merdi, saat ditemui di sela-sela dirinya mengecek lokasi banjir, Kamis (23/1/2020).

Merdi juga mengatakan, akibat banjir bandang ini ribuan rumah terendam di 3 dusun yang paling parah terkena dampak musibah ini.

"Kalau daerah yang paling parah terkena dampak ini, di Dusun 2, 3 dan 4, hampir seribuan rumah lah di tiga dusun itu, kalau untuk rumah yang hanyut baru satu rumah yang kita ketahui tadi saat saya berkeliling, itu ada di dusun dua," paparnya.

Sementara itu, Asa salah satu warga yang rumahnya terendam banjir mengatakan, kejadian banjir tahun ini dinilai lebih parah dibandingkan dengan banjir yang terjadi pada beberapa tahun lalu. 

"Kalau tahun lalu air lambat naiknya, sedangkan tahun ini banjir ini tiba-tiba. Ketinggian air tadi sih sekitar satu meteran, dan dua jam air sudah surut lagi," paparnya. 

Dari pantauan di lapangan saat ini, warga sedang membersihkan lingkungan rumahnya dari sisa lumpur dan sampah yang terbawa banjir, dan kondisi banjir pun sudah mulai surut. (*)

  • Editor : Mita Wijayanti