• Sabtu, 29 Februari 2020

Nelayan Lampung Timur Sambut Gembira Penakaran Ulang SPBU

Kamis, 23 Januari 2020 - 16.42 WIB - 49

Ribuan Nelayan Lampung Timur sambut gembira jika pemerintah akan melakukan takar ulang di sejumlah SPBU di Lampung Timur. Foto: Agus/kupastuntas.co

Lampung Timur - Semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di Kabupaten Lampung Timur akan segera dilakukan takar ulang oleh Direktorat Metrologi pada tahun ini.

Hal tersebut di benarkan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lampung Timur, Rosdi, Kamis (23/1/2020).

Rosdi mengatakan, Direktorat Metrologi berencana akan melakukan pengawasan Ukur, Takar Timbang, dan Perlengkapannya (UTTP) dan satuan ukuran tahun 2020 pada SPBU Pertamina yang ada di Lampung Timur.

Ungkapan Rosdi tersebut menyusul datangnya surat dari Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Direktorat Metrologi dengan nomor : 183/PKTN 4.4/SD/01/2020.

"Hal itu dilaksanakan guna meningkatkan tertib ukur untuk menjamin kebenaran hasil pengukuran dalam transaksi perdagangan serta melindungi konsumen," ujar Rosdi.

Dia juga menambahkan, kegiatan pengawasan terhadap UTTP dan Satuan Ukuran tersebut dilaksanakan secara terpadu antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

"Untuk jadwal pengawasanya tanggal 28-31 Januari 2020, namun untuk Pertamina mana saja yang akan dilakukan pengawasan kami belum bisa memastikan karena jadwal langsung dari Direktorat Metrologi," tambahnya.

Dia mengatakan, obyek yang akan diawasi UTTP, dilakukan untuk memastikan penggunaan UTTP sesuai ketentuan, kebenaran hasil pengukuran, penakaran dan penimbangan serta adanya tanda tera atau surat ketetangan tertulis pengganti tanda sah dan tanda batal.

Satuan ukuran dilakukan untuk memastikan penggunaan. Penulisan satuan dan awal kata serta lambang satuan sesuai ketentuan.

"Tim dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan nantinya hanya akan melakukan pendampingan kepada tim dari Direktorat Metrologi," katanya.

Dengan adanya informasi tersebut terkait takar ulang bahan bakar di sejumlah SPBU, ribuan nelayan Lampung Timur menyambut gembira, sebab bahan bakar solar merupakan bahan pokok untuk menghidupkan kapal-kapal nelayan yang digunakan untuk mengkais rejeki di laut.

”Saya sangat menyambut gembira, semoga kroscek ulang benar dilakukan,” kata Roji, salah seorang nelayan di Labuhan Maringgai.

Sebab putaran bahan bakar yang masuk di lokasi nelayan setiap harinya, dikatakan Roji, mencapai ribuan liter. Sehingga bukan berprasangka buruk jika SPBU mengurangi sedikit takaran solar.

Jika dalam 1 liter terkurang 1 mil sudah berapa liter perhari yang dikorupsi SPBU. “Mudah-mudahan apa yang di sampaikan pemerintah akan adanya takar ulang kami sangat mengapresiasi,” katanya. (*)

  • Editor :