Perakit Senjata Api Ilegal Asal Lamtim Tewas, Jenazah Diambil Keluarganya Hari Ini
Kapolres Lampung Timur AKBP Wawan Setiawan menyerahkan jenazah pelaku pembuat senpi yang diterima langsung oleh Sekretaris Desa Blimbingsari Suharno. Foto: Agus Susanto.
Lampung Timur - Jenazah Harno yang tewas setelah diterjang peluru anggota Mapolres Lampung Timur diambil keluarganya dari ruang jenazah Rumah Sakit Sukadana, Jumat (24/1/2020).
Harno merupakan warga Desa Blimbingsari, Kecamatan Jabung. Ia tewas setelah mencoba melawan petugas (polisi) ketika hendak ditangkap, Kamis (23/1/2020). "Harno kami tangkap di rumah istri kedua, di Lampung Selatan," kata Kapolres Lampung Timur AKBP Wawan Setiawan.
Kapolres Lampung Timur Wawan Setiawan menjelaskan, pria tiga anak tersebut ditangkap karena terbukti menjadi perakit senjata api dan telah melakukan tindakan kejahatan pencurian dengan pemberatan (curat) di banyak TKP. Selain itu, Harno juga merupakan DPO Mapolres Lampung Selatan.
"Pelaku tersebut mengalami luka tembak di bagian punggung dan kaki, karena membahayakan anggota kami dalam melakukan tugas sehingga mereka (personil kami) melakukan tindakan tegas," terang Kapolres.
Penyerahan jenazah oleh Kapolres diterima langsung oleh sekretaris Desa Blimbingsari Suharno, pukul 11.00 WIB. "Ya Harno merupakan warga kami, memiliki dua istri dan tiga anak," kata Sekdes Blimbingsari.
Suharno menyebutkan Harno sebelumnya seorang petani dan kesehariannya sebagai tukang bajak sawah. Ia mengaku tidak mengetahui dengan pasti alasan Harno melakukan tindakan melanggar hukum. "Harno tinggal di Blimbingsari sudah 20 tahunan lebih, warga memahaminya sebagai petani. Namun memang sudah lima tahun terakhir jarang di rumah dan tidak lagi jadi tukang bajak sawah," terang Sekdes Blimbingsari tersebut. (*)
Berita Lainnya
-
Presiden Prabowo Kucurkan Rp839 Miliar Tangani Konflik Manusia dan Gajah di Way Kambas
Sabtu, 14 Maret 2026 -
Prabowo Siapkan Banpres Bangun Pagar di Way Kambas, Redam Konflik Gajah dan Warga
Jumat, 13 Maret 2026 -
Usai Tembak Teman Saat Main Kartu, Pemuda di Lampung Timur Menyerahkan Diri ke Polisi
Kamis, 12 Maret 2026 -
Petani Was Was Harga Gabah Anjlok Rp 4.500 per Kg di Lampung Timur
Selasa, 02 April 2024








