• Sabtu, 29 Februari 2020

Bentuk Partisipasi Masyarakat, UML Jalin Kerjasama dengan Bawaslu Bandar Lampung

Selasa, 28 Januari 2020 - 17.48 WIB - 17

Ketua Bawaslu Bandar Lampung Candrawansah saat melakukan pendatangan kerjasama dengan FISIP UML dalam pengawasan Pilkada 2020, Selasa (28/01/2020).Foto:Sule

Bandar Lampung- Tingkatkan pengawasan pada Pilkada 2020, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bandar Lampung akan mengandeng Universitas se-Lampung sebagai bentuk partisipasi masyarakat terhadapa penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

Ketua Bawaslu Bandar Lampung, Candrawansah mengatakan, saat ini pihaknya telah bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Pemerintahan (Fisip) Universitas Muhamaddiah Lampung (UML)  dalam pengawasan partisipatif masyarakat.

"Setelah penandatangan MOU ini, Kita akan membuat sebuah pertemuan dengan UML, guna membahas bagaimana penerapam dalam mengawasi peroses pilkada ini," ungkapnya.

Menurut Candra, ada beberapa tahapan yang krusial dan dibutuhkan partisipasi masyarakat. Seperti pemutahiran data pemilih. Kemudian dengan politik uang ditahapan kampanye, di tahap tersebut menjadi kunci partisipatif masyarakat, agar bisa melaporkan apabila menemukan indikasi money politik tersebut.

 "Dalam pertemuan selanjutanya kita akan tanya berapa banyak mahasiswa UML yang bisa diterjunkan, sehingga kita bisa menepatkan di daerah-daerah yang dibutuhkan pengawasan lebih ekstra, dan juga kami minta kepada Fisip untuk melakukan pengecekan masuk dalam DPT atau tidak," ujarnya.

Sementara, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Pemerintahan (FISIP) Universitas Muhamadya Lampung (UML), Zulman Barniat mengatakan, tujuan kerjasama ini dilakukan guna membantu tugas Bawaslu sebagai penyelenggara pemilu untuk mengantisipasi adanya kecurangan atau pelanggaran yang di lakukan oleh calon / partai politik sehingga pemilu akan berjalan dengan damai , aman serta bebas dari money politic.

 "Untuk mendapatkan pemimpin yang berpihak kepada masyarakat, bersih, adil, jujur dan mengedepankan pembangunan masyarakat dan tidak mengutamakan kepentingan kelompok /kepentingan pribadi," ungkapnya.(*)

  • Editor : Herwanda Pratama