Pilkada Sulawesi Tengah Paling Rawan
Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis foto bersama jajaran Kapolda dan Petinggi TNI. Foto: Ist
Bandar Lampung-Dalam arahannya, Kapolri meyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para pimpinan Polri yang sudah bekerja optimal selama 2019.
Kapolri mengingatkan kepada seluruh jajaran untuk senantiasa mendukung pembangunan nasional. "Anggota Polri harus menjadi konsultan yang solutif, jangan menjadi bagian dari konspirasi politik terhadap pembangunan negara di seluruh wilayah di Indonesia," pesannya.
"Saya mengimbau kepada satuan Mabes, Polda serta jajarannya manakala ada demo agar menggelar pengamanan secara humanis dan tanpa menggunakan senjata api karena yang kita hadapi adalah saudara kita,” kata Kapolri.
"Antisipasi juga penyebaran hoax dan ujaran kebencian serta mengantisipasi kejahatan yang bernuansa SARA," sambungnya.
Kapolri berharap kepada seluruh anggota Polri yang akan melaksanakan pilkada serentak harus menjunjung tinggi komitmen. “Apabila ada yang terjun kedunia politik akan kita keluarkan surat supaya tidak membawa nama Polri. Potensi Pilkada Serentak yang akan dilaksanakan pada tahun 2020 menuntut komitmen netralitas dan integritas Polri, agar mengikui mekanisme yang telah diatur dalam perundang-undangan,” paparnya.
Kapolri menerangkan, sebagai gambaran indeks potensi kerawanan Pilkada Provinsi tahun 2020, peringkat pertama ditempati oleh Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), kemudian Sulut dan Kalsel.
Sementara untuk Pilkada Walikota, Tomohon, Bitung dan Tangsel merupakan kota yang menempati posisi teratas untuk rangking kerawanan berdasarkan IPK. Dan untuk Kabupaten yang paling rawan, Nabire, Timor Tengah Utara, Keerom dan Manggarai Barat. (*)
Berita Lainnya
-
Herman Khaeron: Demokrat Harus Solid dan Rebut Kembali Kepercayaan Rakyat di 2029
Sabtu, 11 April 2026 -
Truk Tangki Terguling di Jalan Soekarno Hatta Bandar Lampung
Sabtu, 11 April 2026 -
Kejati Lampung Ungkap Keterlibatan Arinal di Kasus Korupsi PT LEB
Sabtu, 11 April 2026 -
Kena OTT, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Punya Harta Rp20,3 Miliar
Sabtu, 11 April 2026
Kapolri mengingatkan kepada seluruh jajaran untuk senantiasa mendukung pembangunan nasional. "Anggota Polri harus menjadi konsultan yang solutif, jangan menjadi bagian dari konspirasi politik terhadap pembangunan negara di seluruh wilayah di Indonesia," pesannya.
"Saya mengimbau kepada satuan Mabes, Polda serta jajarannya manakala ada demo agar menggelar pengamanan secara humanis dan tanpa menggunakan senjata api karena yang kita hadapi adalah saudara kita,” kata Kapolri.
"Antisipasi juga penyebaran hoax dan ujaran kebencian serta mengantisipasi kejahatan yang bernuansa SARA," sambungnya.
Kapolri berharap kepada seluruh anggota Polri yang akan melaksanakan pilkada serentak harus menjunjung tinggi komitmen. “Apabila ada yang terjun kedunia politik akan kita keluarkan surat supaya tidak membawa nama Polri. Potensi Pilkada Serentak yang akan dilaksanakan pada tahun 2020 menuntut komitmen netralitas dan integritas Polri, agar mengikui mekanisme yang telah diatur dalam perundang-undangan,” paparnya.
Kapolri menerangkan, sebagai gambaran indeks potensi kerawanan Pilkada Provinsi tahun 2020, peringkat pertama ditempati oleh Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), kemudian Sulut dan Kalsel.
Sementara untuk Pilkada Walikota, Tomohon, Bitung dan Tangsel merupakan kota yang menempati posisi teratas untuk rangking kerawanan berdasarkan IPK. Dan untuk Kabupaten yang paling rawan, Nabire, Timor Tengah Utara, Keerom dan Manggarai Barat. (*)
- Penulis : Kupastuntas
- Editor :
Berita Lainnya
-
Sabtu, 11 April 2026Herman Khaeron: Demokrat Harus Solid dan Rebut Kembali Kepercayaan Rakyat di 2029
-
Sabtu, 11 April 2026Truk Tangki Terguling di Jalan Soekarno Hatta Bandar Lampung
-
Sabtu, 11 April 2026Kejati Lampung Ungkap Keterlibatan Arinal di Kasus Korupsi PT LEB
-
Sabtu, 11 April 2026Kena OTT, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Punya Harta Rp20,3 Miliar








