Cuaca Ekstrim, Nelayan Gudang Lelang Takut Melaut
Kapal para nelayan bersandar. Foto: Ist.
Bandar Lampung - Cuaca ekstrim yang terjadi beberapa waktu terakhir ini, membuat para nelayan yang berada di gudang lelang, Teluk Betung Selatan memutuskan untuk tidak melaut.
Robin, salah satu nelayan di gudang lelang mengaku dirinya sudah tidak
melaut selama dua pekan terakhir dikarenakan cuaca yang buruk ditambah musim
terang bulan.
"Sudah hampir 12 hari tidak melaut karena memang lagi terang bulan dan
juga angin sedang kencang. Karena kalau terang bulan gini tangkapan nelayan
pasti berkurang," ungkapnya, Minggu (2/2/2020).
Robin juga mengatakan, apabila dipaksakan melaut hasil tangkapannya tidak
sebanding dengan pengeluaran saat mencari ikan. Biasanya bila cuaca normal para
nelayan mencari ikan di lautan hanya lima hari dan sudah banyak mendapatkan
hasil.
"Namun bila kondisi seperti saat ini bila berangkat ke laut mencari
ikan itu paling sebentarnya sekitar 15-20 hari itu pun hasil tangkapan tidak
maksimal," jelasnya.
Tentu, dengan tidak melautnya para nelayan mengakibatkan pasokan ikan yang
dijual oleh pedagang tentu berkurang. Hal ini dirasakan oleh salah satu pedagang
ikan di gudang leleng seperti Yadi.
"Iya karena tidak ada yang melaut pasokan ikan jadi kurang. Kalau
harga sih masih standar. Hanya saja pasokannya saja yang berkurang,"
ujarnya.
Untuk harga, lanjut Yadi, saat ini harga jual ikan Kakap misalnya, dirinya
menjual seharga Rp50 ribu hingga Rp70 ribu rupiah per kilonya.
"Kalau ikan tongkol Rp 35 ribu per kilogram, ikan layang Rp25 ribu per
kilogram, ikan kembung berkisar Rp30 ribu per kilogram dan ikan selar sekitar
Rp35 ribu per kilogram," ujarnya. (*)
Berita Lainnya
-
Perintah Kapolda Lampung Tembak di Tempat Pelaku Begal Tuai Pro dan Kontra
Sabtu, 16 Mei 2026 -
PLN UID Lampung Dorong 100 Persen Kendaraan Operasional Berbasis EV
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Tembak di Tempat Pelaku Begal, Instruksi Kapolda Lampung Dinilai Sejalan dengan Hukum Progresif
Jumat, 15 Mei 2026 -
Muhammad Fari Madyan Alumnus Universitas Teknokrat Indonesia Sukses Bangun Ekosistem Digital Lampung hingga Tembus Perusahaan Internasional
Jumat, 15 Mei 2026








